Dampak Proyek Irigasi, Petani di Pinrang Terancam 6 Bulan Tidak Bisa Garap Sawah

Lahan Pertanian di Kecamatan Duampanua Nganggur Tidak Digarap Petani (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar– Pendapatan para petani kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang terancam akibat rencana pengejaran irigasi selama beberapa bulan kedepan. Imbasnya lahan persawahan juga tidak bisa digarap.

Padahal pekerjaan dan pendapatan utama masyarakat dari hasil bertani padi. Saat ini petani hanya bisa pasrah menerima nasib jika proyek tersebut dijalankan. Mana lagi belum ada rencana khusus pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang antisipasi dampak tersebut.

Salah satu kelompok tani di lingkungan Lampa Timur (Tantu) Ilham mengatakan pihaknya sudah dipanggil dan diingatkan oleh perangkat daerah terkait, bicarakan rencana proyek tersebut. Hasilnya, pintu air akan ditutup selama proses pengerjaan.

“Saya sudah hadiri rapatnya di dinas PSDA pengolaan sumber daya air dan hasil rapat nya tutup pintu air bulan 10 sampai bulan 3 (tahun 2022),” ucapnya kepada BERITA.NEWS. Kamis (23/9/2021).

Baca Juga :  Tiba di Bandara Internasional Sentani Jayapura, Abdul Hayat Disambut KKDB

Lebih lanjut, Ilham mengatakan pihak Pemerintah Kabupaten Pinrang sendiri belum memberikan kejelasan atas dampak yang bakal dialami para petani kecamatan Duampanua dan daerah lainnya jika selama beberapa bulan atau terhitung dua kali panen padi tidak bisa menggarap sawah.

“Tidak ada saya lihat ini (bantuan). Mohon bantuan jika ada solusi ta dengar. Kami juga sudah ajukan proposal bibit jagung.
Tapi belum ada realisasi,” jelasnya.

Menurutnya, ditengah pandemi Covid-19 saat ini masyarakat kian menjerit dengan tuntutan ekonomi. Apalagi, lahan pertanian terancam nganggur, karena saluran air untuk lahan juga akan ditutup.

“Ditengah isu pengerjaan salauran irigasi teknis yang katanya akan menunda proses tanam padi selama 6 bulan artinya satu kali panen. pertanyaan paling terhormat adalah Bagaimana kira-kira dampaknya jika proyek itu dijalankan dan Apa solusi atau bagaimana Antisipasi pemerintah terhadap dampak Proyek tersebut kepada petani, itu yang kami minta kejelasannya,” tegasnya.

Baca Juga :  BPBD Bali: Empat Orang di Trunyan-Bangli Tertimbun Akibat Gempa

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Pinrang. Lahan pertanian sawah di kecamatan Duampanua luasnya mencapai 8.722 Hektare (ha). Untuk sawah irigasi 6.606 Hektare, Sawah non irigasi 1.058 Hektare dan Sawah Tadah Hujan 1.058 Hektare.

Mustinya, di bulan September tahun ini para petani telah turun ke sawah sebar bibit atau menanam padi. Hanya karena isu proyek tersebut, mereka dibuat galau pilih menggarap sawah tapi harus siap resiko saluran air ditutup atau mendiamkan lahan.

Andi Khaerul