IDI Wilayah Sulsel Tegaskan Pentingnya Edukasi Prokes Cegah Penularan Covid-19

Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Sulsel (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar– Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) tegaskan pentingnya edukasi pencegahan penularan Covid-19 kepada masyarakat. Selasa (14/9/2021).

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Sulsel dr Arif Santoso mengatakan salah satu hal yang paling penting diperhatikan adalah kebenaran informasi soal Covid-19 yang beredar di masyarakat. Supaya tidak menimbulkan keresahan.

“Begitu banyak klaim kebenaran (informasi Covid) harus dilihat sumbernya, caranya Kalau kita di dokter itu harus ilmiah. Misalnya ada sumber yang sangat di percaya. Sangat teliti. Verifikasi dengan baik,” ucapnya di Sekretariat IDI Sulsel.

Lebih lanjut, Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) tersebut mengatakan situasi Pandemi tidak bisa diselesaikan sendiri, harus sama-sama semua multi sektor, para medis, disisi lain kita butuh kolaborasi bersama masyarakat.

“Karena hal terpenting dalam hadapi pandemi adalah edukasi, teaching. Sebenarnya masalah covid ini apalagi masalah pandemi itu bahaya. Semua informasi itu pada akhirnya diterjemahkan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, dr Arif mengatakan adanya beberapa orang yang masih acuh dan meremehkan protokol kesehatan, jadi sumber penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Makanya yang tidak bergejala, jangan jumawa, anggap enteng Corona.
Sebenarnya yang membuat Covid-19 besar karena orang-orang yang anggap enteng. Dia tidak pake masker, anggap tahan tubuhnya kuat. Banyak orang kepala batu, itu yang menyebarkan, Corona besar kemana-mana,” tegasnya.

Menurutnya, virus penanganan Covid-19 sama dengan penyakit tuberkulosis atau TBC, pendekatannya memakai masker dan menjaga jarak.

“Covid ini virusnya lama, dia menginfeksi lewat pernafasan cuman efeknya beda. Makanya covid termasuk penyakit berat, apalagi ada penyakit bawaan seperti TBC. Ini harus kita pahami,” jelasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua IDI Sulsel dr Nur Ashari, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IDI Sulsel Dr Abdul Azis.

Andi Khaerul