Uji Coba Perkantoran Nonesensial, Seluruh ASN Pemprov Jateng Diminta Instal PeduliLindungi

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai mengikuti rapat koordinasi virtual yang dipimpin Menko Marves terkait pembukaan perkantoran nonesensial, dari rumah dinasnya (Puri Gedeh), Kamis (9/9/2021).

BERITA.NEWS, Semarang – Uji coba kegiatan di sektor nonesensial akan dimulai pekan depan. Contohnya di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah.

Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo setelah mengikuti rapat koordinasi virtual yang dipimpin Menko Marves terkait pembukaan perkantoran nonesensial, dari rumah dinasnya Puri Gedeh, Kota Semarang, Kamis (9/9/2021).

Gubernur mengatakan, pihaknya siap dan akan didahului uji coba di lingkungan Pemprov Jateng.

“Nonesensial ini kita siapkan untuk percobaannya, uji coba dulu. Maka pemprov akan melakukan yang di Setda dulu, kita uji coba,” kata Ganjar.

Seluruh ASN lingkup Pemprov Jateng pun diminta untuk meng-instal aplikasi PeduliLindungi.

Selain itu, pihaknya juga meminta pada Kementerian Kesehatan untuk memberikan QR Code agar uji coba bisa segera dimulai.

“Semua ASN mesti punya aplikasi PeduliLindungi. Nanti kita mintakan ke Kemenkes QR code-nya agar semua bisa membaca dengan cepat. Nah sekarang sambil latihan,” jelasnya.

Ganjar berharap, para ASN segera meng-instal aplikasi PeduliLindungi. Sehingga pelaksanaan di lingkungan Pemprov Jateng bisa dijadikan percontohan, dan pada Senin (13/9/2021) mendatang dilakukan serentak dengan kapasitas 25 persen.

“Harapan saya besok kita akan mulai contoh kalau yang di ASN itu di Setda, mudah-mudahan Senin semua serentak langsung dicoba dan bisa masuk 25 persen,” tegas gubernur.

Pihaknya juga mengaku akan bekerja sama dengan pemkot dan pemkab untuk memetakan perkantoran nonesensial di wilayahnya. Terutama daerah dengan level PPKM di bawah dua.

“Nanti beberapa tempat yang masuk kategori nonesensial akan kita coba untuk diujicobakan dulu. Kita akan bekerja sama dengan pemkot/ pemkab, mana-mana yang akan diuji coba,” papar Ganjar.

Gubernur cukup optimistis dalam pembukaan perkantoran nonesensial. Sebab pihaknya juga telah memulai uji coba di beberapa sektor.

“Umpama hotel sudah mulai, mal sudah mulai, industri sudah, terus kemudian beberapa tempat pariwisata sudah. Nah sekarang yang on going process semuanya akan kita evaluasi,” jelasnya.

Sebelumnya, dari 35 kota/ kabupaten di Jawa Tengah, saat ini tidak ada yang masuk kategori PPKM Level 4. Turunnya level PPKM pun diikuti dengan dimulainya kembali kegiatan pada beberapa sektor dengan sistem uji coba.

Seiring dengan turunnya level PPKM, beberapa daerah juga memulai kembali berbagai kegiatan. Seperti pembelajaran tatap muka (PTM), restoran dan mal, serta sejumlah tempat wisata yang dibuka secara terbatas. Semuanya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

  • Yon

Comment