DPM-PTSP Sulsel: Realisasi Investasi TW II Rp 3,9 Triliun, Lampaui Target RPJMD

Kepala DPM-PTSP Sulsel Jayadi Nas (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS,Makassar– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam hal ini Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) merilis capaian realisasi investasi triwulan kedua April – Juni 2021.

Kepala DPM-PTSP Sulsel Jayadi Nas menyebut realisasi investasi triwulan II 2021 sebesar Rp 3.9 Triliun. Akumulasi dari Triwulan Pertama dan Kedua Januari – Juni capai Rp 10, 439 Triliun. Angka itu juga diklaim sudah lampaui target RPJMD 2018 – 2023 sebesar Rp 8 Triliun.

Angka Rp 10,349 Triliun termasuk terdiri atas Penanam Modal Asing (PMA) sebesar Rp 2,131 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 8,308 Triliun. PMA terbesar berasal dari Kanada Rp 997 miliar lebih (47%). R R Tiongkok Rp 350 miliar lebih dan Singapura Rp 259 miliar lebih.

Baca Juga :  Hari Kedua Tes CPNS Pemprov Sulsel, Antusias Peserta Menurun, 694 Tidak Hadir

“Triwulan II 2020 dan 2021 menunjukkan peningkatan. Tahun 2020 sekitar Rp 3,75 T, ini alhamdulilah kita capai Rp 3,9 Triliun itu terjadi peningkatan dari apa yang telah dicapai Triwulan kedua 2020. Apalagi situasi pandemi ada PPKM, batasi pergerakan pelaku usaha termasuk didalamnya wilayah ada Lockdown,” ucapnya. Kamis (29/9/2021).

Jayadi mengatakan jika melihat realisasi investasi triwulan pertama dan kedua Pemprov Sulsel telah melampaui target yang sudah ditetapkan dalam RPJMD. Bahkan, sudah terealisasi di triwulan pertama Januari – Maret.

“Selama semester ini realisasi investasi selama tahun 2021 capai 10.439 Triliun.
Alhamdulilah kami sudah capai itu walaupun di semester pertama target RPJMD kami sudah lewati dari Rp 8 T.
Kami akan tetap dorong tim melakukan aktivitasnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukung Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah, Plt Gubernur, BPKP dan BPK RI Perwakilan Sulsel Duduk Bersama

Diketahui, ada 6 sektor usaha dengan nilai realisasi terbesar sepanjang Januari – Juni 2021:

1. Sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp 3,658 triliun (35%)

2. Sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp 2,954 triliun (28%)

3. Sektor Pertambangan Rp 1,247 triliun (12%).

4. Sektor Listrik, Gas, dan Air Rp 589 miliar lebih (6%).

5. Sektor Industri Makanan Rp 417 miliar lebih (4%).

6. Sektor Lainnya Rp 1,570 triliun (15%).

Andi Khaerul