Melihat Antusias Pelajar di Kota Semarang Mengikuti Vaksinasi Massal: Nggak Sakit, Pak!

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Walikota Semarang Hendrar Prihadi meninjau vaksinasi massal bagi pelajar, Rabu (14/7/2021).

BERITA.NEWS, Semarang – Vaksinasi Covid-19 untuk pelajar dengan rentang usia 12 sampai 17 tahun di Kota Semarang, Jawa Tengah, sudah dimulai hari ini, Rabu (14/7/2021).

Pada hari pertama ini, disiapkan 3.000 vaksin, masing-masing 1.000 vaksin untuk pelajar SMP dan 2.000 vaksin sisanya untuk pelajar SMA.

Salah satu tempat yang menjadi lokasi vaksinasi massal para pelajar ini adalah SMP Negeri 3 Kota Semarang. Para pelajar tampak antusias.

Salah satu yang terlihat semangat mengikuti vaksinasi massal itu adalah Akbar, seorang pelajar SMP 3. Dia cukup percaya diri.

“Kamu sekolah di mana? Kamu kok mau ikut vaksin? Sakit nggak disuntik?” tanya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Akbar.

Dengan sigap, Akbar pun menjawab bahwa dia berasal dari SMP 3. Dia mengaku mengikuti vaksin supaya bisa selalu sehat.

“Nggak sakit pak,” jawab Akbar setelah menerima suntikan vaksin.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo datang untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi massal untuk para pelajar di Kota Semarang. Salah satu tempat yang dikunjungi gubernur adalah SMPN 3.

Baca Juga :  Abdul Hayat Pimpin Rapat Tindak Lanjut Pokja Percepatan Perhutanan Sosial

Ganjar didampingi Kepala BIN Jawa Tengah Brigjen Sindu Siswanto, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, dan jajaran Forkopimda Kota Semarang.

Selain dengan Akbar, Ganjar juga berdialog dengan sejumlah pelajar lainnya.

“Ini sebenarnya serentak seluruh Indonesia. Nanti Pak Presiden akan me-launching ini, dan kita mulai dulu beberapa daerah, salah satunya di Kota Semarang. Nanti setelah ini (daerah lain) jalan,” jelas Ganjar.

Gubernur juga mendapat laporan jika para pelajar sangat antusias untuk mendapatkan vaksin.

“Ini bagus, Pak Walikota memulai di SMP 3. Saya lihat antusiasmenya cukup banyak, dan yang hadir dari empat SMP,” tuturnya.

Dia pun berharap vaksin untuk anak 12-17 tahun yang dimulai secara massal untuk pelajar, menjadi persiapan pembelajaran tatap muka ketika kasus melandai.

“Antusiasme ini yang menurut saya bagian yang bagus, mudah-mudahan anak-anak kita juga bisa kita amankan. Sehingga kelak kemudian kalau sudah agak melandai, mereka bisa masuk sekolah kembali, sudah dibentengilah,” tandasnya.

Baca Juga :  Sekda Tegaskan Belum Ada Warga Negara Asing Masuk Sinjai

Para pelajar pun diimbau untuk tetap selalu mematuhi protokol kesehatan meski sudah divaksin. Seperti memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Sementara itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan bahwa vaksinasi usia 12 sampai 17 tahun pada hari pertama dipusatkan di dua sekolah.

Khusus untuk kategori SMP dipusatkan di SMP Negeri 3 Kota Semarang, yang diperuntukan bagi pelajar dari SMP Negeri 2, 15, 32, dan SMP Negeri 3 sendiri.

Sedangkan untuk kategori SMA dipusatkan secara terpisah, yaitu di SMA Negeri 1 Kota Semarang.

Hendi menjelaskan, untuk rentang usia 12 sampai 17 tahun di Kota Semarang berjumlah sekitar 156.000 anak.

“Semoga dengan konsistensi nakes dan partisipasi para siswa, vaksinasi di Kota Semarang dapat segera diselesaikan,” harap Hendi.

  • Yon