Pemprov Sulsel Bolehkan Sekolah Wilayah Zona Hijau dan Kuning Covid-19 Belajar Tatap Muka

BERITA.NEWS, Makassar – Pemprov Sulsel mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Sulsel Nomor : 443.2/6677/DISDIK tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Masa Pandemi COVID-19 di Sulawesi Selatan. Diteken Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman per 6 Juli 2021 lalu.

Andi Sudirman secara khusus meminta kepada masyarakat agar tetap sadar dan patuh pada protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, jaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Mengingat sepekan terjadi kenaikan kasus.

“Meminta masyarakat untuk kembali menerapkan Protokol Kesehatan hindari kerumunan dan menjaga imun serta senantiasa berdoa agar penularan Covid-19 dapat terus melandai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Muhammad Jufri mengatakan wilayah- wilayah yang tidak menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diberikan kesempatan untuk menerapkan pemberlakuan belajar tatap muka terbatas pada 12 Juli 2021.

“Kalau kita baca di surat edaran kan ada pembagian zona-zona. Kita kan di dalamnya hanya mengatakan bahwa khusus untuk yang masuk zona hijau, utamanya daerah 3 terluar itu dapat melakukan 100 persen,” ucapnya.

Baca Juga :  Didamping Dokter dan Perawat Ahli, FIT Sulsel Diisi 57 Pasien OTG Covid-19

SE tersebut mengatur pembelajaran jenjang pendidikan tinggi dan satuan pendidikan jenjang SD,MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/ SMALB dan SMK/MAK di Provinsi Sulawesi Selatan dilakukan dengan metode pembelajaran jarak jauh dan atau dengan metode PTM terbatas dimulai dari bulan Juli sampai dengan Desember 2021.

Pelaksanaan PTM terbatas dimungkinkan dilaksanakan dengan melihat zonasi penyebaran COVlD-19 pada tingkat kecamatan dengan ketentuan memperhatikan kepadatan penduduk dan angka Reprodüksi Efektif (Rt) COVID-19.

Khusus zona hijau dan zona kuning, PTM dilaksanakan dengan sistem shift 50 persen dari kapasitas jumlah peserta didik. Pembelajaran dilaksanakan dengan maksimal pertemuan 3 jam pelajaran perhari selama sepekan.

Sedangkan, untuk zona hijau pada wilayah 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar) termasuk wilayah kepulauan, PTM dapat dilaksanakan 100 persen dari kapasitas jumlah peserta didik dengan sistem full jam.

Selanjutnya, zona kuning pada wilayah 3 T tersebut, PTM dilaksanakan dengan 50 persen dari kapasitas jumlah peserta didik dengan sistem shift dan/atau dengan sistem full jam.

Baca Juga :  Ribuan Karyawan di Demak Terima Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Ketentuan PTM dilaksanakan dengan memperhatikan beberapa hal yaitu semua pendidik dan tenaga kependidikan telah melaksanakan vaksinasi yang dibuktikan dengan sertifikat vaksin. PTM harus mendapat persetujuan dari kepala daerah selaku Ketua Satuan Tugas COVID-19 daerah masing-masing.

PTM juga harus mendapat persetujuan dari orang tua/wali peserta didik. Kesediaan orang tua mengantar jemput peserta didik dan memastikan peserta didik tidak berkeliaran pada saat menuju sekolah dan memastikan peserta didik berada di rumah saat proses belajar di sekolah selesai.

Sekolah harus menyediakan sarana pendukung penerapan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan lengkap dengan sabun di air mengalir, hand sanitizer, thermogun dan lain-lain. Sekolah harus mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

Andi Khaerul