Plt Gubernur Sulsel Komitmen Lanjutkan Pembangunan Ruas Jalan Penghubung Lutim-Sulteng

BERITA.NEWS, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dibawah kepemimpinan Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, terus mendorong pembangunan infrastruktur akses jalan.

Salah satunya pada pembangunan ruas jalan Ussu – Nuha – Beteleme di Kabupaten Luwu Timur. Jalan ini berbatasan langsung dengan Morowali Utara, di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ruas jalan ini menjadi salah satu prioritas Pemprov Sulsel. Mengingat jalan ini merupakan penghubung utama kawasan Luwu Timur dengan Provinsi Sulteng (Morowali Utara). Jalan ini pula menyusuri seperempat jalan keliling Danau Matano.

Sebelum pengerjaan, kondisi jalan ini hanya berupa jalan tanah. Dan beberapa segmen terdapat kubangan menyulitkan bagi pengendara, terlebih dalam kondisi hujan. Jalan ini termasuk LHR (Lalu Lintas Harian Rata Rata) kategori tinggi karena menjadi akses utama berbatasan Provinsi Sulteng.

Baca Juga :  Abdul Hayat Pimpin Rapat Tindak Lanjut Pokja Percepatan Perhutanan Sosial

Khusus, tahun 2021 Pemprov Sulsel melakukan pembangunan dengan pengaspalan ruas jalan Ussu – Nuha – Beteleme sepanjang 7,8 Km dengan lebar 7 miliar. Nilainya sekitar Rp 43 miliar.

“Alhamdulillah, tahun ini kembali dilanjutkan pembangunan ruas jalan Ussu – Nuha – Beteleme. Ruas jalan yang menghubungkan Malili (Luwu Timur) dengan Morowali Utara di Provinsi Sulawesi Tengah itu sedang progres,” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Jum’at (9/7/2021).

Dirinya berharap, dengan pengerjaan jalan ini, nantinya berdampak pada pergerakan barang dan jasa sehingga memacu pertumbuhan ekonomi. Serta mempercepat akses distribusi barang dan jasa.

Baca Juga :  Didamping Dokter dan Perawat Ahli, FIT Sulsel Diisi 57 Pasien OTG Covid-19

“Jalan ini membuka akses transportasi darat yang ada di sekitar Danau Matano untuk memasarkan hasil pertaniannya ke Malili atau ke Provinsi Sulawesi Tengah. Apalagi di Luwu Timur banyak komoditi unggulan hasil pertanian, seperti vanili, merica dan kelapa sawit,” ungkapnya.

Andi Khaerul