Terapkan PPKM Mikro, Walikota Parepare Tetap Biarkan Aktivitas Ibadah

BERITA.NEWS, Parepare– Satgas Covid-19 Kota Parepare memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Sesuai Instruksi Mendagri No 17 Tahun 2021 tentang PPKM berbasis mikro.

Surat Edaran PPKM Kota Parepare punya 16 poin aturan, upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Parepare. Seperti wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat atau mematuhi 5 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi.

“Karena kasus Covid-19 di Kota Parepare kini memprihatinkan, kini aturan PPKM kembali kita perketat. Jika kita kembali pada zona hijau, bahkan Rt penyebaran Covid-19 Parepare pernah menyentuh angka 0,02 persen, tentu kita kembali longgarkan,” ucapnya. Rabu (7/7/2021).

Baca Juga :  Antisipasi Tindak Korupsi, Plt Gubernur Sulsel 'Sidak' Cek Sistem Pengadaan Barjas

Meski kembali diperketat, PPKM Kota Parepare tidak melarang aktivitas masyarakat dari berbagai aspek. Baik dari sisi ekonomi maupun aktivitas ibadah.

“Parepare sangat patuh dengan ketentuan pemerintah pusat bersifat linier ke daerah. Tetapi kita juga punya kearifan lokal yang harus kita cermati. Parepare adalah kota jasa, sebagian besar warga saya bergerak di dunia usaha seperti sektor jasa dan perniagaan. Kita tidak punya sumber daya alam yang bisa menopang untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Adapun aturan tersebut, mengatur Pengelola swalayan, toko, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima dan lainnya, wajib mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat aktifitas sampai dengan pukul 21.00 wita.

Baca Juga :  Andi Sudirman Buka Kejuaraan Panahan Se-Sulsel Gubernur Cup, Hadiah Rp 110 Juta

Membatasi jumlah pengunjung dengan maksimal 25 % dari kapasitas ruangan.
Sementara layanan pesan antar sampai dengan pukul 22.00 wita. Kecuali untuk toko obat atau apotik bisa beroperasi selama 24 jam.

Selanjutnya, Aktivitas ibadah dilakukan dengan pembatasan kapasitas 25%. Serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Silahkan jalankan aktifitas ta, saya tidak melarang, saya hanya batasi. Sehingga saya butuh partisipasi pengertian ta. Apabila ditemukan pelanggaran prokes yang merugikan masyarakat umum, kami akan mengambil tindakan tegas,” imbau nya.

Andi Khaerul