Balaikota Makassar Lockdown, 25 ASN Terpapar Covid-19, Satu Meninggal Dunia

BERITA.NEWS, Makassar– Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terpapar Covid-19. Walikota Danny Pomanto hentikan aktivitas kantor selama sepekan kedepan.

Keputusan ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 060/415/Org/VII/2021 tentang Aktivitas Perkantoran Lingkup Pemerintah Kota Makassar. Mulai tanggal 8 Juli hingga 15 Juli 2021.

Sebanyak 25 orang ASN tercatat positif Covid-19. Satu diantaranya meninggal dunia. Sehingga kebijakan Pemkot Makassar meliburkan aktivitas perkantoran untuk sementara.

“Saya mengambil kesimpulan untuk segera me lock-down balai kota selama seminggu sambil kita bersihkan, sambil kita memerintahkan Covid Hunter untuk mentracking seluruh yang bersangkutan yang terpapar Covid-19,” ujar Danny. Kamis (8/7/2021).

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Deklarasi Pelabuhan Wajib Vaksin di Makassar

Danny menjelaskan lockdown di area perkantoran Balai Kota Makassar merupakan usaha untuk memutus mata rantai Covid-19. Bagian dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Lackdown balai kota merupakan Usaha untuk memutus rantai penularan ini, itukan sama pembatasan, sama dengan PPKM skala Mikro, nah sehingga pembatasan yang di lakukan oleh Pemkot adalah usaha untuk menyelamatkan masyarakat dan usaha memutuskan rantai Covid 19” jelasnya

Meski begitu, pelayanan tetap publik tetap berjalan. Khususnya, bagi SKPD yang tugas dan fungsinya pada sektor esensial, seperti pelayanan dasar, kesehatan, bahan pangan, utilitas publik.

Baca Juga :  Bantuan Beras Mulai Disalurkan ke Warga, Bupati Semarang: Wujud Perhatian Pemerintah

“Pelayanan esensial tetap jalan, Yang di lockdown ini balai kota kita masih punya kantor bersama, inikan ruang yang di lock down bukan seluruh pemerintah kota yang di lock down tapi balai kota,” pungkasnya.

Andi Khaerul