Kadinkes Sulsel Bantah Tudingan Ada Manipulasi Angka Kasus Covid-19

BERITAN.NEWS,Makassar– Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan Ichsan Mustari menegaskan tidak ada pengurangan atau penambahan Data Covid-19 Sulsel.

Isu ketimpangan data kasus positif Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi beredar liar di publik. Adanya ketidak sesuaian data yang muat dengan data yang dirilis Satgas Penanganan di Sulsel.

Menurut dr. Ichsan, hasil pemeriksaan lab yang positif itu ada dua. Yang pertama kali diperiksa dan yang kontrol. Yang kontrol ini ada karena untuk mengetahui pasien tersebut sudah sembuh atau belum itu di hari ke 10 sampai 14.

Ia menjelaskan data pasien positif Covid-19 yang dirilis adalah data hasil  pemeriksaan lab yang  pertama. Data tersebut yang dirilis satgas Covid sulsel  tidak diambil langsung data dari laboratorium melainkan dari data (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Litbankes Kementerian Kesehatan menggunakan aplikasi NAR (New AllRecord).

Baca Juga :  Didamping Dokter dan Perawat Ahli, FIT Sulsel Diisi 57 Pasien OTG Covid-19

“Kami sekarang dengan sistem yang namanya NAR, kita mengambilnya dari Litbankes hasil pemeriksaan dari atau data yang dikirim oleh laboratorium ke Litbangkes. Jadi kita tidak mengumpulkan lagi data-data hasil dari laboratorium kemudian kita kompilasi kemudian kirim ke pusat. Sekarang laboratoriun langsung ke pusat. Provinsi dapatnya data dari pusat. Jadi sangat berbeda,” jelasnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel itu menegaskan tidak ada manipulasi data karena semua berbasis sistem dari pusat hingga daerah.

“Jika disebut ada yang manipulasi data saya kira tidak mungkin. Karena data nasional yang dipakai bukan hanya Sulsel kan tetapi provinsi lain,” tegasnya.

Selain itu, dr. Ichsan menjelaskan ada perbedaan data karena waktu rilis berbeda. Pemerintah pusat rilis data setiap jam 1 siang sedangkan hasil pemeriksaan laboratorium tidak memilik waktu rilis.

Baca Juga :  Akses Gratis, Pemprov Sulsel Siapkan Tempat Isolasi Fasilitas Hotel Bagi Pasien OTG Covid-19

“Kedua perbedaan ini bisa terjadi karena waktu rilisnya. Waktu rilis dibuat pusat itu jam 1 siang. Itu yang kita gunakan.  Sementara data yang disampaikan oleh Prof Idrus itu adalah data hasil pemeriksaan laboratorium yang bahkan sampai malam.  Jadi bisa berbeda nantinya,  jadi dua hal yang berbeda di situ,” jelasnya.

 

Andi Khaerul