42 Pejabat Eselon II Pemprov Sulsel Ikuti Assessment Jabatan, Persiapan Mutasi Besar-besaran?

Ruang Assessment Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kantor Gubernur Sulsel (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)
Ruang Assessment Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kantor Gubernur Sulsel (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) lakukan Assessment Jabatan kepada seluruh pejabat Eselon II. Akankah jadi ajang persiapan mutasi besar-besaran.

Sebanyak 42 Pejabat Eselon II Pemprov Sulsel mengikuti assessment center di ruangan khusus BKD. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Andi Sudirman Sulaiman turut hadir ditengah-tengah para pejabat tersebut. Ia khusus memberikan pengarahan.

Saat ditanya pelaksanaan Assessment dilakukan. Andi Sudirman mengaku ingin mengenal lebih jauh para pejabatnya tersebut. Termasuk, kemampuan mereka sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Andi Sudirman mengatakan assessment center para pejabat eselon II Pemprov di maksudkan untuk mengetahui kapasitas, kapabilitas mereka sebagai pimpinan di Organisasi Perangkap Daerah (OPD) mereka masing-masing.

“Ini mengukur kapabilitas, kapasitas kemampuan administrasi dan kita mau tahu lebih banyak tentang mereka. Kita lihat dulu yang ini,” ucapnya. Kamis (1/7/2021).

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Gelar Vaksinasi Dosis 3 Untuk Nakes dan Tenaga Penunjang

Sementara itu, Kepala BKD Sulsel Imran Jausi mengatakan Assessment sejatinya adalah untuk mengukur potensi dan kompetensi dalam rangka melihat kesesuaian pejabat dan jabatannya itulah disebut job fit.”(Dalam waktu dekat ada pergeseran?)

h jelas. Karena hasil dari ini sudah keluar. Sambil tunggu dari KASN. Kemungkinan yang 13 kosong ini diisi melalui proses job fit boleh saja ada 5-6 tidak diisi karena memang mau dilelang jadi 13 kosong bisa diisi dengan pejabat definitif dan pejabat yang ada dengan pindah ke situ dan bisa juga dibiarkan kosong karena mau dilelang. Jadi jumlah yang kosong tetap ji yang 13 nanti,” jelasnnya.

Usai pemetaan atau Assessment Jabatan. Nantinya dilakukan Job fit, hasilnya akan dikirim ke Kemendagri untuk persetujuan pelantikan. Besar kemungkinan, pekan depan ada pelantikan pejabat Eselon II.

Baca Juga :  Abdul Hayat Pimpin Rapat Tindak Lanjut Pokja Percepatan Perhutanan Sosial

“Yang ikut job fit yang hanya memenuhi syarat. Dia minimal satu tahun dalam jabatan, toleransi nya sampai 11 bulan. Karena 1 bulan proses. Contoh pak Herman tidak boleh ikut job fit karena baru pindah Staf Ahli beberapa bulan,” ujarnya.

“Assessment, baru job fit baru lelang. Hasil job fit harus dilantik supaya ketahuan mana yang kosong,” tambahnya.

 

 

Andi Khaerul