7 Lembaga Ini Tekan MoU Dengan Pemkot Makassar Soal Ciptakan Peluang Kerja dan Bisnis Baru

BERITA.NEWS, Makassar – Skill Development Centre (SDC) Kota Makassar bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar, Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Makassar,Balai Besar K3 Makassar,Balai Besar Industri Makassar Dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar teken MoU untuk melakukan traning gratis, peluang kerja dan peluang bisnis baru, di Hotel Santika Makassar, Selasa, 29 2021.

Ketua SDC Sulsel, Dr.Ir.Affandy Agusman Aris,SE,MM mengaku, kegiatan ini merupakan langkah untuk implementasi program kerja SDC dan tentunya untuk mendukung program prioritas Walikota Makassar dalam implementasi 10.000 skill training gratis serta 100.000 peluang kerja dan peluang bisnis baru di era pandemi Covid-19 ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan bentuk Forum Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Makassar, pengusaha, pembisnis, dan seluruh pihak terkait.

“Kita berharap kerjasama dan koordinasi dengan baik agar kita sama-sama kembangkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada di Kota Makassar. Makassar ini kan kita memiliki 15 kecamatan, jadi kita sudah menyediakan datanya berapa yang sudah terverifikasi (Lembaga terkait) berapa yang belum,” jelas Dr.Ir Affandy Agusman Aris SE,MM dalam paparannya.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Makassar, Dr.Ir. Naida Naing menjelaskan, SDM yang ada di Kota Makassar saat ini belum bisa bersaing dengan khusus SDM tukang bangunan, tukang kayu dan pengerajin yang ada di Jawa, apalagi SDM luar negeri.

Baca Juga :  Dinsos DKI: 99.763 KK Masih Belum Dapat Bansos Beras

“Karena saya orang arsitektur jadi saya tahu bagaimana kalau tukang bangunan yang profesional dalam membangun rumah, kalau sudah cara menempelkan semen saja salah langsung saya suru berhenti,” jelasnya.

Dirinya berharap, salah satu langkah yang dianggapnya jitu bagi masyarakat yakni membuat kue yang rasanya, estetikanya dan semuanya memiliki ciri khas yang otentik sekali dengan wilayah tertentu.

“Nah di Makassar ini kan banyak lorong, nah setiap lorong bisa bikin kue dan kerajinan yang memiliki ciri khas rasa yang berbeda dengan wilayah lainnya,” lanjutnya.

Ketua Career Development Center (CDC) Unibos Makassar, Dr. Lukman Setiawan menambahkan, pihaknya memang fokus bagaimana mengurangi pengangguran khusus alumni sarjana di Unibos Makassar dan juga beberapa kampus lainnya.

“Kami fokus bagaimana menangani pengangguran setelah selesai sarjana. Kita sudah melakukan uji kompetensi sejak tahun 2018 lalu. Kami berbangga kepada pemerintah kota Makassar memikirkan pengangguran dan peluang usaha seperti ini,” jelas dosen Unibos Makassar ini.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Tindak 4.427 Warga yang Tak Pakai Masker saat PPKM

Ditempat yang sama, Wakil Walikota Makassar, Hj. Fatmawati Rusdi mengaku, disaat pandemi Covid-19 ini banyak perusahaan yang mengalami perubahan secara dramatis bahkan banyak yang mengurangi karyawan dengan cara Pemutusan Hak Kerja (PHK).

Namun, SDC, BLK, Disnaker Makassar dan CDC Unibos Makassar justru membuat pelatihan untuk meningkatkan skill lewat training gratis.

“Terimakasih bapak ibu, ini juga adalah program pemerintah kota Makassar. Memang perlu ada kerjasama tingkat sektoral baik provinsi maupun kabupaten kota bahkan pusat. Disini terlibat BLK, pengusaha, pembisnis dan industri,” kata mantan anggota DPR RI itu.

Dirinya berharap, semua harus meninggalkan ego sektoral agar bisa sama-sama mengatasi ekonomi ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Jadi memang program SDC sudah di sepakati oleh Kementerian. Tidak ada ego sektoral untuk kebaikan seluruh masyarakat di Kota Makassar. Saya berharap dalam kegiatan ini dapat mencapai target SDM dalam kota Makassar,” tutupnya.