Perseroda Sulsel Teken MoU Jagung Hibrida dengan Balitsereal

BERITA.NEWS, Makassar – Dirut PT. SCI Perseroda Sulsel, Taufik Fachrudin teken Memorandum Of Understanding (MoU) mengenai benih jagung hibrida dengan Kepala Balitsereal, Dr. M. Azarai. MoU ini merupakan langkah untuk mendukung sektor pertanian di Sulsel.

Diketahui, lisensi jagung hibrida ini memiliki dua varietas dan akan menyediakan parents seed hasil pemurnian asli dari Balitsereal Maros tentunya untuk memenuhi kebutuhan usaha tani penangkaran benih jagung hibrida.

Dirut Perseroda Sulsel, Taufik Fachrudin mengaku sangat bangga atas capaian unit usaha Agribisnis sepanjang tahun 2020-2021 dan berharap support dan asistensi lanjutan dari Balitsereal yang selama ini sudah terjalin.

“Jaminan atas mutu dan keunggulan benih jagung hibrida menjadi focus kami, untuk selalu dijaga agar hasil panen bisa optimal dan menguntungkan petani,” kata Taufik Fachrudin belum lama ini, di Balitsereal Maros.

Baca Juga :  Di Era Pandemi, Lembaga Rumah Gurutta Lakukan Hal Ini untuk Masyarakat

Dirut Unit Agribisnis Perseroda Sulsel, Dr. Aerin Nizar mengaku, pihaknya sudah menjadi agen penting dalam pembangunan pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional. Apalagi 99 persen sahamnya Perseroda sebagai BUMD adalah milik pemerintah daerah.

“Dalam berbisnis tentunya selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat daripada kepentingan perusahaan,” kata Dr. Aerin Nizar belum lama ini di Balitsereal Maros.

Menurut dia, Perseroda bukan pemain baru pasalnya sejak tahun lalu sudah melakukan penangkaran dan produksi benih jagung hibrida di lahan 100 hektar dan menargetkan akan terus menambah lahan penangkaran benih dengan total luas tanam 600 hektar sampai dengan tahun 2023.

“Unit Agribisnis Perseroda juga akan kembali bekerja sama dengan para petani mitra penangkar benih jagung hibrida di Sulsel,” tutur lulusan doktor Jepang itu.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Tindak 4.427 Warga yang Tak Pakai Masker saat PPKM

Ia mengaku, benih jagung hibrida hasil pemurnian Balitsereal Maros, sebagai contoh NASA-29 adalah varietas yang paling diminati karena tahan penyakit dan produksinya tinggi.

Apalagi salah satu perusahaan benih di Jawa Timur yang mengambil parents seed Balitsereal Maros telah berhasil menangkar benih jagung hibrida dengan hasil panen tongkol benih F0 sebesar 9 sampai 10 ton per hektar.

Sedangkan untuk hasil panen benih F1 nya dapat menghasilkan sampai dengan 13,5 ton per hektar sehingga parents seed yang dikerjasamakan antara Perseroda dan Balitsereal ini tentunya memiliki peluang bisnis yang sangat menjanjikan.