Kementerian PUPR Mulai Isi Air Bendungan Ladongi Sultra pada Juli

Proyek pembangunan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara dan rencananya akan melakukan pengisian air atau "impounding" pada Juli 2021. ANTARA/HO-Kementerian PUPR/am.

BERITA.NEWS, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR akan mengisi air atau impounding Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Juli 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pengelolaan sumber daya air dan irigasi terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.

“Dengan demikian, pembangunan bendungan dan diikuti jaringan irigasinya, yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Saat ini, progres pembangunan bendungan sudah mencapai 90,28 persen.

Melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) IV Kendari Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, Kementerian PUPR membangun Bendungan Ladongi sejak 2016 dengan masa pelaksanaan hingga akhir 2021.

Pembangunan bendungan ini bertujuan mengoptimalkan potensi aliran Sungai Ladongi sebagai sumber daya air di Kabupaten Kolaka Timur.

Baca Juga :  Update Covid-19 Hari Ini: Positif Bertambah 47.791, Sembuh 43.856, Meninggal 1.824

Bendungan Ladongi akan menahan aliran Sungai Ladongi dengan kapasitas tampung 45,95 juta meter kubik dan luas genangan serta area sabuk hijau sebesar 246,13 hektare (ha).

Nantinya, air yang tertampung akan dimanfaatkan untuk mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 ha secara kontinu di Kabupaten Kolaka Timur.

Bendungan ini juga berfungsi menyalurkan air saat musim kemarau guna mencegah terjadinya kekeringan pada areal persawahan sehingga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah tersebut.

Selain petani, Bendungan Ladongi juga memiliki manfaat sebagai sumber air baku sebesar 0,12 meter kubik/detik serta potensi sumber pembangkit energi listrik sebesar 1,3 MW dan pariwisata yang dapat menumbuhkan ekonomi lokal.

Bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir di wilayah hilir Sungai Ladongi dengan menahan air yang berlimpah saat musim hujan sebesar 132,25 meter kubik/detik.

Baca Juga :  Ini 24 Nama yang Lolos Seleksi Tes Kesehatan dan Kepribadian Calon Hakim Agung

Bendungan Ladongi merupakan bendungan tipe urugan batu dengan tanah lempung yang dibangun oleh kontraktor BUMN PT Hutama Karya (Persero) bekerja sama dengan kontraktor swasta nasional yakni PT Bumi Karsa (KSO).

Biaya pembangunannya bersumber dari APBN melalui skema kontrak tahun jamak periode 2016-2021 senilai Rp1,14 triliun.

Dengan diselesaikannya Bendungan Ladongi akan menambah daftar bendungan di Sulawesi Tenggara yang selesai dibangun yakni Bendungan Ameroro yang sedang berlangsung serta menyusul kemudian Bendungan Pelosika.

  • ANTARA