Plt Gubernur Sulsel Tegaskan Tidak Kenal AS Terdakwa Kasus Gratifikasi Nurdin Abdullah

Plt Gubernur Andi Sudirman saat menjadi Saksi Terdakwa Agung Sucipto (Dok)

BERITA.NEWS, Makassar– Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Andi Sudirman Sulaiman penuhi panggilan Pengadilan Negeri Makasaar sebagai saksi Terdakwa Agung Sucipto kasus gratifikasi proyek Nurdin Abdullah. Kamis (3/6/2021).

Sidang di Pengadilan Negeri Makasaar Kelas 1A Jalan RA Kartini ini digelar terbuka. perkara tindak pidana korupsi ini dengan nomor perkara 34/PID,Sus-TPK/2021/PN MKS dengan agenda pemeriksaan saksi.

Andi Sudirman pun menyampaikan tidak mengenal terdakwa Agung Sucipto. Saat aktif sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, dirinya hanya berfokus menjalankan tugas untuk mengawal progres visi-misi yang masuk dalam program prioritas.

Didepan Pimpinan Sidang Wakil Ketua PN Makassar, Ibrahim Palino. Andi Sudirman menegaskan sama sekali tidak pernah menjalin komunikasi ataupun mengenal Agung Sucipto yang menjadi terdakwa kasus gratifikasi menyeret Gubernur non aktif Nurdin Abdullah.

Baca Juga :  Disdik Sulsel: 4 Hari PPDB Jalur Zonasi Lancar, Server Down Sudah Diatasi

“Hari ini kami datang sebagai saksi untuk memberi keterangan atas kasus terdakwa AS. Saya tidak mengenal Pak AS dan tidak pernah bertemu. Tentu kami menghormati proses hukum yang berjalan ini. Kami menjelaskan bahwa fokus kami bagaimana mengawal capaian visi misi kami yang tertuang dalam program strategis” ungkapnya.

Selain Andi Sudirman, turut hadir saksi lainnya diantaranya Kepala Dinas PUTR Sulsel, Rudy Djamaluddin; Kabid Kesiapsiagaan BPBD Sulsel, Eddy Jaya Putra; serta dua anggota Polri, Muh. Salman Natsir dan Syamsul Bahri.

Baca Juga :  Plt Gubernur Sulsel Lantik Pengurus Komisi Penanggulangan AIDS

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka pada operasi tangkap (OTT) kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Pemprov Sulsel. Ketiganya yakni Gubernur Sulsel Nonaktif, Nurdin Abdullah, mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Edy Rahmat; dan seorang kontraktor Agung Sucipto.

Selanjutnya, KPK melimpahkan berkas perkara Agung Sucipto kepada Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, di Makassar pada Rabu (5/5/2021) lalu.

 

Andi Khaerul