Instruksikan PPKM Mikro, Strategi Plt Gubernur Sulsel Tekan Pandemi Covid-19

Peta Resiko Zona Penyebaran Covid-19 di Sulsel (Dok.Pemprov Sulsel)

BERITA.NEWS,Makassar– Penanganan Kasus Covid-19 di Sulsel mulai buahkan hasil. Dari 24 Kabupaten dan Kota, sisa 4 daerah masih berada di peta resiko Zona Orange selebihnya sudah Kuning. Rabu (2/6/2021).

Capaian itu, tidak lepas dari kebijakan yang diambil Andi Sudirman usai dirinya pegang kuasa kepemimpinan Sulsel sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur gantikan Nurdin Abdullah yang tersandung kasus di KPK per Februari 2021 lalu.

Penurunan angka kasus saat ini, juga menjadi hampir seluruh wilayah di Sulsel masuk zona kuning atau dengan resiko rendah penyebaran. Data berdasarkan catatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Sulsel.

Pertanggal 6 Maret 2021 di 24 kabupaten kota di Sulsel terdapat 14 Kabupaten Kota yang berada dalam kawasan Zona Orange (resiko sedang), dan 10 daerah masuk kawasan Zona kuning (resiko rendah). Masuk 26 Mei 2021 Zona Orange tersisa 4 wilayah dan Zona Kuning berada di 20 Kabupaten Kota hingga saat ini.

PPKM Mikro Tekan Pandemi Covid-19

Instruksi Pengetatan dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro (PPKM Mikro) dinilai salah satu kebijakan yang membuahkan hasil menekan penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Didampingi Plt Gubernur Sulsel, Sandiaga dan Atta Halilintar Sambangi Wisata Alam Rammang-Rammang Maros

Secara khusus, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi kinerja Tim Satgas Penanganan Covid 19 Sulawesi Selatan, yakni Pemerintah bersama Forkopimda, TNI, dan Polri. Menurutnya, data tersebut menjadi pencapaian Sulsel dalam upaya menekan laju penyebaran covid di daerah ini.

“Alhamdulillah sekarang sisa 4 Kabupaten saja yang berada dalam wilayah Zona Orange, ini menunjukkan sebuah pencapaian kita dalam menekan laju penyebaran covid,” ucapnya.

Ajak Masyarakat Tetap Patuh Protokol Kesehatan

Meski kasus positif Covid-19 di Sulsel mulai menurun. Pihaknya tetap meminta masyarakat agar tetap taat pada protokol kesehatan (Prokes), memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak saat melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Tidak hanya itu, lanjut Andi Sudirman, pihaknya juga menegaskan kepada seluruh instansi untuk terus menghimbau dan mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

“Tentu ini tidak terlepas dari upaya kita dalam menjaga dan menerapkan protokol kesehatan. Maka dari itu, mari kita terus menjaga untuk protokol kesehatan ini kita terapkan selalu,” tegasnya.

Baca Juga :  Tekan Angka Pengangguran, PKK Sulsel - PT Pos Indonesia Siapkan Lapangan Kerja

Untuk diketahui, per 31 Mei 2021, situasi perkembangan Covid-19 di Sulsel masih terkendali. Dimana angka kesembuhan masih di angka 97,8%, angka kematian 1,5% dan kasus aktif 0,6%.

Perpanjangan Pengetatan PPKM Mikro

Pemprov Sulsel saat ini kembali melakukan perpanjangan hingga 14 Juni 2021. Hal itu dimaksudkan terus menekan penyebaran Covid-19. Itu juga mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 12 Tahun 2021, tentang Perpanjangan PPKM berbasis Mikro.

“Sesuai instruksi Bapak Mendagri No. 12 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Andi Khaerul