Program Kesehatan Gratis, Pemkab Sinjai Gelontorkan Rp4,4 Miliar Tiap Bulan

Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa

BERITA.NEWS, Sinjai – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai komitmen mengenai kesehatan gratis tetap menjadi prioritas utama dalam pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang kesehatan.

Kesehatan gratis ini dituangkan dalam program unggulan Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa dan Wakil Bupati Sinjai Hj Andi Kartini Ottong, yang terintegrasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sinjai, Andi Muh. Idnan, mengemukakan, perhatian Bupati Sinjai dalam program layanan kesehatan gratis bagi warga Sinjai memang cukup besar.

Hingga periode Mei 2021, jumlah warga Sinjai yang dibiayai Pemkab Sinjai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebanyak 116.696 jiwa. Sedang tanggungan yang bersumber dari APBN sebanyak 92.483 jiwa.

Dengan begitu, besaran anggaran yang dikeluarkan oleh Pemkab Sinjai untuk tanggungan peserta BPJS setiap bulannya yang mencapai Rp4,4 miliar lebih itu, diharapkan bernilai manfaat dan dirasakan oleh masyarakat Sinjai.

Baca Juga :  Koramil Mranggen Bagi-bagi Masker di Jalan dan Sosialisasi Prokes

“Ini menyangkut masalah pelayanan kesehatan sehingga Pak Bupati mengharapkan dengan program BPJS dengan asas kegotongroyongan ini, masyarakat Sinjai dapat terlindungi dengan program ini,” ungkap Idnan, Senin (31/5/2021).

Salah satu kelebihan Pemkab Sinjai dalam cakupan layanan kesehatan gratis ini adalah statusnya yang telah mengantongi Universal Health Coverage (UHC), sehingga memudahkan masyarakat dalam pengurusan BPJS gratis.

“Anggota keluarga yang belum masuk tanggungan dari peserta sebelumnya tidak perlu lagi menunggu 15 hari baru aktif tapi begitu diterbitkan kartunya maka hari itu pula langsung aktif,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa menyampaikan, program kesehatan gratis memang menjadi program unggulan sejak di awal pemerintahannya.

Baca Juga :  Pegawai Lapas Purwokerto Jalani Tes Urine Antisipasi Narkoba

Tujuannya, memberi kepastian jaminan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap warga Sinjai.

“Komitmen kami tidak boleh lagi ada masyarakat miskin yang tidak memiliki BPJS ataupun tidak terlayani di fasilitas kesehatan (faskes),” tandasnya.

Selain kepesertaan BPJS yang ditanggung pemerintah, Dinsos Sinjai juga mencatat kepesertaan BPJS kesehatan dari Apartur Sipil Negara (ASN) sebanyak 17.963 jiwa, perangkat desa 1.825 jiwa sedang peserta mandiri 14.257 jiwa.

  • Sulfikar