Hasil Tes Kedua, Motivasi Atlet Sulsel Siap Tempur

Pengurus KONI Sulsel saat memaparkan hasil tes kedua atlet yang berlaga di PON Papua 2021. (IST/KONI Sulsel)

BERITA.NEWS, Makassar – Hasil tes kedua yang dilaksanakan KONI Sulawesi Selatan terhadap para atlet yang dipersiapkan ke PON XX/2021 Papua dari segi motivasi menunjukkan sekitar 82,2% siap tempur. Jumlah itu mencakup 157 dari 195 atlet yang dites, tinggal 6 orang yang masih perlu digenjot.

“Self confidence (kepercayaan diri) para atlet sangat tinggi dan mereka akan melakukannya dengan hebat,” Ketua Pembinaan Prestasi dan Monitoring Evaluasi (Binpres Monev) Satuan Tugas PON XX/2021 Sulsel Prof.Dr.Andi Ihsan, M.Kes, AIFO menjelaskan dalam pertemuan dengan para pelatih atlet PON XX Sulsel di Kantor KONI Sulsel, Rabu (26/5/2021).

Pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua Satgas PON XX Prof.Dr.Musakkir, S.H., M.H. didampingi Binpres Monev Satgas lainnya, Drs.Syamsuddin Umar, M.Si., Aswan Ali dan Wakil Sekretaris Satgas PON XX Nadwi Syam, dimaksudkan untuk menjelaskan hasil tes kedua yang dilaksanakan terhadap para atlet Maret 2021. Penyampaian informasi hasil tes ini juga agar setiap pelatih dapat memperbaiki performa para atletnya menjelang keberangkatan ke Papua.

Menurut Prof. Andi Ihsan, berdasarkan data dan fakta tes, konsentrasi para atlet berada pada level baik sekali dan baik. Sementara yang cukup dan kurang tinggal 6 orang.

“Kesiapan para atlet secara psikis dan psikologis tidak diragukan. Padahal, para atlet telah berlatih intensif sejak Januari 2021 tanpa ada dukungan “vitamin” sama sekali. Namun dengan keluarnya “vitamin” diharapkan kualitas persiapan atlet jauh lebih baik lagi ke depan,” ujar Prof.Ihsan.
Prof. Ihsan mengingatkan, aspek mental para atlet termasuk sangat menentukan dalam pertandingan dan itu harus dibangun dari awal latihan. Ketahanan dan penguatan mental atlet tidak dapat dilakukan di tengah jalan.

“Mohon para pelatih dapat memberikan latihan yang berkualitas secara berkesinambungan,” ujar Ihsan.

Setelah tes II, Juni akan dilanjutkan dengan tes tahap III, terutama untuk mengecek VO2MAX (volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh saat melakukan kegiatan secara intensif). Standar VO2MAX yang baik untuk atlet pria berusia 25 tahun 42,5-46,6mL/kg/menit, sedangkan untuk atlet putri dengan usia yang sama 33,0-36,9 mL/kg/menit.

Salah satu cara untuk mengukur VO2MAX adalah menggunakan “Cooper Test”, yakni tes kebugaran jasmani yang dirancang Kenneth H.Cooper pada tahun 1968 untuk militer Amerika Serikat yang mengharuskan berlari selama 12 menit guna memantau daya tahan aerobatik seorang atlet.

Prof. Ihsan mengatakan, VO2MAX atlet pria rata-rata cukup (45,97%) sementara yang baik 27,42% yang kategori cukup 25%. “VO2MAX ini perlu digenjot dalam waktu empat bulan mendatang,” harap Prof.Ihsan.

Wakil Ketua Satgas PON XX Prof.Musakkir mengatakan, tidak akan ada atlet yang tidak berangkat karena persoalan dana. Semua pihak saat ini berjibaku demi memberangkatkan atlet ke PON XX/2021 Papua. Tentu saja untuk para atlet yang siap bertanding dan meraih medali.

“Pada tes akhir Juni, Binpres akan menetapkan VO2MAX atlet setiap cabang olahraga. Jika VO2MAX tidak mencapai standar, tidak akan diberangkatkan, terutama bagi atlet cabang olahraga tim. Sebab, seorang atlet yang VO2MAX yang mencapai target akan memengaruhi tim,” Prof.Musakkir menegaskan.
Oleh sebab itu, kepada para pelatih, sebagai pihak yang sangat mengetahui kondisi para atletnya agar terus memperbaiki VO2MAX para atlet. Kalau masalah teknik tidak diragukan lagi.

“Nanti kita akan sampaikan VO2MAX atlet sebelum dites lagi Juni 2021,” kunci Musakkir dalam pertemuan yang dihadiri puluhan pelatih tersebut, seperti dilaporkan Humas Satgas PON XX/2021 Sulsel M.Dahlan Abubakar.