Pejabatnya Terlibat Gratifikasi Proyek, Andi Sudirman: Bisa Jadi Pemecatan

Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS,Makassar– Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman geram pejabatnya ikut terlibat dalam praktek gratifikasi atau menerima suap berulang di sejumlah proyek infrastruktur Pemprov.

Diketahui, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sari Pudjiastuti dan beberapa pejabat lainnya di bidang yang sama ikut terlibat dalam kasus gratifikasi, menjadi temuan. Mereka pun akhirnya ramai- ramai mengembalikan uang pelicin tersebut ke KPK.

Adapun, Setoran pertama dilakukan sari Rp 160 juta pada 15 Maret 2021. Selanjutnya, sebesar Rp 65 juta juga disetor pada 16 Maret dan paling sedikit Rp 2,5 juta pada tanggal 6 April 2021 lalu.

Baca Juga :  Andi Sudirman Mutasi 77 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov, Ini Penjelasan BKD Sulsel

Kasus itu pula disinyalir rentetan praktek gratifikasi yang menjerat Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah dan Sekretaris Dinas PU TR Pemprov Edy Rahmat dan penguasa Agung Sucipto sebagai kontraktor.

“(sanksi beratnya bisa pemecatan?)
Bisa, tidak memungkinkan tidak. Bisa jadi pemecatan. Ini kita lagi mau sidang kode etik. Kita mau lihat nanti apa kebijakan dari kode etik baru nanti kita buat kebijakannya,” tegasnya.

Menurutnya, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) para pejabat yang terlibat tersebut akan melewati tahapan sidang etik. Baru kemudian diputuskan Sanksi yang tepat atas kasus gratifikasi atau suap tersebut.

Baca Juga :  Usai Ditetapkan Zona Hijau, Kasus Positif Covid-19 di Sulsel Kembali Meningkat

“Harus ada kode etik dulu kan. Kode etik dulu, kalau misalnya dia kasi sanksi berat, kita kasi sanksi berat. Kalau sanksi sedang, sanksi sedang. Tapi paling tidak kita lihat dulu kode etik. Kan sudah ada tim kode etik yang dipimpin sama asisten II ketuanya,” ujarnya.

 

Andi Khaerul