Vaksinasi di Jateng Akan Digenjot, Target 100 Ribu Orang per Hari

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

BERITA.NEWS, Semarang – Kementerian Kesehatan memberi kabar segar. Mulai Juni nanti stok vaksin akan banyak. Karena itu, program vaksinasi di Jawa Tengah harus digenjot.

Soal kabar ketersediaan vaksin diperoleh saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo rapat dengan Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

“Tadi rapat sama Pak Menkes dan Pak Mendagri, salah satunya membahas percepatan vaksinasi. Maka setelah rapat itu, kami langsung tindaklanjuti agar ada akselerasi. Sebab informasinya, mulai Juni nanti vaksin sudah banyak,” kata Ganjar, Selasa (18/5/2021).

Menurutnya, dengan tambahan stok vaksin, maka tidak ada alasan capaian vaksinasi di daerah rendah.

Ditargetkan, mulai Juli sampai Desember, program vaksinasi harus digenjot.

“Harapannya ada peningkatan kapasitas vaksinasi sampai 300 persen. Minggu ini, saya minta teman-teman latihan dulu untuk meningkatkan 100 persen vaksinasinya,” tegasnya.

Ganjar mengatakan, sudah ada data prioritas untuk program percepatan vaksinasi. Lansia menjadi prioritas utama, disusul pelayan publik dan masyarakat umum.

“Lansia harus diutamakan. Sudah ada contoh baik, misalnya di Batang itu ada program jemput bola untuk lansia. Daerah lainnya juga sudah siap, dan sudah melaksanakan dengan pola-pola lainnya,” jelas Ganjar.

Terkait capaian vaksinasi di Jateng, menurut Ganjar, sudah berjalan baik.

Dari data yang ada, jumlah 164.917 orang SDM kesehatan, yang sudah mendapat suntikan pertama sebanyak 176.308 orang dan suntikan kedua sebanyak 164.331 orang.

Baca Juga :  Pemkab Luwu Gandeng Unibos di Bidang Pendidikan dan Penelitian

Sementara, untuk petugas publik dari target 2,2 juta orang, sebanyak 798.213 orang mendapatkan suntikan pertama, dan 616.278 orang telah mendapat suntikan kedua.

“Sedangkan untuk lansia dari target 3,1 juta (orang), sebanyak 620.343 orang sudah mendapat suntikan pertama, dan 435.301 (orang) sudah divaksin dosis kedua. Ini yang akan kita genjot dan lakukan percepatan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyentil sejumlah daerah yang masih rendah capaian vaksinasinya. Ia meminta bupati/wali kota serius mengawal program vaksinasi agar berjalan sukses.

Brebes merupakan daerah paling rendah capaian vaksinasinya di Jateng. Kabupaten ini baru melakukan vaksinasi sebanyak 15,58 persen dosis pertama, dan 11,64 persen di dosis kedua.

“Daerah yang masih rendah angka vaksinasi, dosis satu Brebes (15,58 persen), Kabupaten Tegal (18,7 persen), Wonogiri (19,02 persen) dan Blora (19,2 persen). Vaksinasi dosis kedua, yang terendah lagi-lagi Brebes dengan 11,64 persen, Wonogiri (14,58 persen), Kabupaten Tegal (14,4 persen), Grobogan (14,89 persen),” beber Ganjar.

Klaster Keluarga Mendominasi

Ganjar juga menjelaskan terkait kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di Jateng. Sebagian besar berasal dari klaster keluarga.

Dijelaskannya, meski Covid sempat menurun beberapa waktu lalu, namun ada beberapa wilayah yang menunjukkan tren kenaikan.

“Ada sih di beberapa titik naik. Semarang Kabupaten, Demak ada, Pati, Kudus naik. Pati agak banyak perkembangannya, Grobogan sudah agak turun tapi kemarin naik,” kata Ganjar usai rapat penanganan Covid-19 di kompleks Kantor Gubernur, Selasa (18/5/2021).

Baca Juga :  Perintah Kapolri, Polres Toraja "Sapu Bersih" 17 Preman

Menurutnya, kenaikan kasus yang terjadi di sejumlah daerah itu bukan semata-mata karena aktivitas mudik warga. Beberapa kasus yang muncul justru didominasi dari klaster keluarga.

“Klaster keluarga tertinggi sekarang,” katanya.

Data Dinas Kesehatan yang terdapat di corona.jatengprov.go.id, menyebutkan hingga Selasa (18/5/2021) pukul 12.00 WIB, kasus aktif mencapai 5.976 orang, pasien sembuh 175.651 orang, dan kasus meninggal 12.314 orang.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, pihaknya saat ini terus berupaya menekan kasus Covid-19. Di antaranya dengan menggenjot vaksinasi.

“Untuk suntikan I selama vaksinnya memungkinkan, akan kita lakukan percepatan,” kata Yulianto.

Pihaknya juga akan mengoptimalkan tes kemampuan memvaksin per hari, dengan target 100 ribu orang per hari.

”Masih bisa kita kejar 100 ribu (orang) per hari,” bebernya.

Selain itu, meski sudah berjalan proses vaksinasi, masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, harus tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan pernah kendor.

Hal ini untuk memutus mata rantai Covid-19.

  • Yon