Siapkan 50 Tes Antigen per Hari di 10 Titik Perbatasan, Dinkes Sulsel: Belum Ada Positif

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Ichsan Mustari (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel siapkan 50 alat tes antigen per hari di 10 titik perbatasan hingga tanggal 20 Mei 2021. Hingga kini, belum ada laporan masyarakat terindikasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ichsan Mustari mengatakan pihaknya belum menerima laporan ada masyarakat yang terindikasi positif Covid-19 di pemeriksaan antigen random di posko pembatasan.

“Alhamdulillah laporan kemarin itu belum ada yang positif, kemarin ada insiden sedikit di salah satu pelabuhan tidak mau ada pejabat diperiksa tapi pas diperiksa alhamdulillah negatif,” ucapnya, Senin (17/5/2021).

Ichsan mengatakan pembatasan ketat di perbatasan provinsi menjadi kebijakan khusus, mengingat angka kasus positif di Sulsel mulai mengalami penurunan, sehingga perlu antisipasi warga dari provinsi lain yang masuk.

Baca Juga :  Disdik Sulsel: 4 Hari PPDB Jalur Zonasi Lancar, Server Down Sudah Diatasi

“Jadi sejak kemarin sampai hari ini dan tanggal 20 Mei, kita telah memantau perbatasan provinsi karena kita tahu menjadi kebijakan itu karena kita di Sulsel angka kita rendah, jadi antar kabupaten tidak kita lakukan, cuma perbatasan antar provinsi. Kita kan berbatasan Sulawesi Tengah, Tenggara, Barat dan Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel itu menyebutkan ada 10 titik pemeriksaan yang menyiapkan random sampling 50 alat antigen setiap harinya.

“Ada 10 titik pemeriksaan kita. Jadi di Luwu Timur, Wajo, Pinrang, Toraja, Toraja Utara, Bone, ada sepuluh titik. Per hari kita random sampling, pemeriksaan antigen 50, tapi kita juga minta semua surat keterangan pemeriksaan antigen mereka,” sebutnya.

Baca Juga :  Sulsel Tertinggi 6 se-Indonesia, 9.372 Peserta Lulus PTN Jalur SNMPTN 2021

“Kalaupun ada positif kabupaten kota sudah menyiapkan tempat isolasi di kabupaten masing-masing. Gowa juga ada dikembalikan, yang pasti mereka juga tidak boleh masuk ke provinsi kalau mereka terindikasi positif,” pungkasnya.

  • Andi Khaerul