Jaga Keluarga dari Virus Covid-19, Al Amin Rela 2 Kali Lebaran Tidak Pulang Kampung

Al Amin usai melakukan shalat Idul Fitri 1442 H di Makassar (Ist)

BERITA.NEWS, Makassar – Momentum Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1442 H terpaksa harus kembali dilalui Al Amin jauh dari orang tua dan sanak keluarga di kampung halaman Masamba, Kabupaten Luwu Utara (Lutra).

Dua kali sudah Ramadan dan Idul Fitri Al Amin harus rela menunda kepulangan dan melepas kerinduan bertemu keluarga. Anjuran pemerintah menekan penyebaran Covid-19 dan larangan mudik lebaran dengan berbesar hati ia terima dengan ikhlas.

Pria yang bekerja sebagai jurnalis di salah satu media di Makassar ini mengaku sadar kesehatan dan keselamatan keluarga harus jadi prioritas utama, memilih tidak pulang kampung guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Sangat berlinangan air mata karena tidak diberikan kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga. Sudah dua tahun ini saya harus merayakan Idul Fitri sendiri di kota yang bukan kelahiranku. Saya lahir di Masamba, 30 tahun lalu, tumbuh besar dan sekolah di sana,” ucapnya haru di momen lebaran Idul Fitri, Kamis (13/5/2021).

Baca Juga :  Tindak Lanjuti Instruksi Kapolri, Polrestabes Makassar Gulung Ratusan Preman

Lebih jauh, Al Amin bercerita momen lebaran Idul Fitri lah yang selalu membuat dirinya selalu ingin dekat dengan keluarga setelah harus bekerja keras di Ibu Kota Sulawesi Selatan tersebut. Namun, apa boleh dikata, keadaan pandemi tidak belum bisa dikompromikan.

“Saya seperti orang yang tak punya kampung halaman setelah bekerja di kota. Idul Fitri ini lah yang membuat saya sadar kalau sebenarnya saya punya kampung halaman, saya punya keluarga, saya punya orang tua, saudara, ponakan, dan sepupu, tante, om. Meski saya sudah kehilangan bapak tapi masih ada ibu yang sudah lanjut usia yang sangat membutuhkan perhatian anak-anaknya terkhusus di bulan Ramadan, dan puncak kebahagiaan di keluarga saya yakni saat lebaran Idul Fitri,” tuturnya.

Baca Juga :  Tindak Lanjuti Instruksi Kapolri, Polrestabes Makassar Gulung Ratusan Preman

Selain itu, Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai virus Covid-19. Khususnya, di momen lebaran Idul Fitri ini, semuanya musti taat protokol kesehatan dimulai dari diri sendiri. Sembari berharap pandemi ini akan segera berakhir.

“Kita bisa ciptakan kondisi pandemi ini jadi normal kembali. dimulai dari diri sendiri, sadar bahwa virus ini mudah menyebar melalui silaturahmi. Untuk itu, ayolah wahai warga yang beriman, lakukan silaturahmi dengan kondisi yang aman, memakai masker, jaga jarak, gunakan hendsinitizer, kalau tidak punya rajin cuci tangan setiap selesai memegang sesuatu. Semoga dari diri kita rantai covid bisa terputus,” tuturnya.

“Sungguh ini sangat menyiksa. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan menghapus ruang gerak silaturahmi kepada seluruh insan manusia, Amin,” harapnya.

  • Andi Khaerul