Cegah Penularan Covid-19, Pengawasan Perbatasan Barru-Pangkep Diperketat

Pengawasan larangan mudik di perbatasan Pangkep-Barru (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Pos penyekatan di Perbatasan Barru-Pangkep masifkan pengawasan larangan mudik jelang lebaran Idul Fitri. Bagi pengendara dari Makassar yang ingin melintas, tapi tidak memenuhi persyaratan jalan diarahkan putar balik, Rabu (12/5/2021).

Dari pantauan BERITA.NEWS di lokasi Posko Butung penyekatan larangan mudik lebaran para petugas dari unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol-PP terus melakukan pengecekan surat-surat prosedur bagi pengendara yang melintas.

Ipda Muhammad Nur Padal Posko Tanjung Butung mengatakan larang mudik dalam rangka mendukung upaya pemerintah memutus penyebaran pandemi Covid-19 pihaknya mulai melakukan pengawasan perbatasan sejak tanggal 6 Mei lalu.

“Kegiatan kami ini mulai berlaku sejak tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Kami lakukan di pos butung ini yakni masalah penyekatan kendaraan yang akan lewat yang mana setiap kendaraan yang lewat kami hentikan kemudian kami melakukan pemeriksaan kepada penumpang beserta yang muat,” ucapnya, Selasa (11/5/2021) malam.

Baca Juga :  Wabup Bantaeng Resmi Pimpin Kepengurusan IPHI Bantaeng

Lebih lanjut, Muhammad Nur mengatakan bagi pengendara yang ingin melihat musti melengkapi produser perjalanan selama larangan mudik berlangsung tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

“Kami minta identitas mereka tanyakan tujuan kemana, dari mana. Apabila cuma melintas kami tanyakan surat jalannnya, kemudian pemeriksaan kesehatan berupa anti gen. Apabila ada kami persilakan untuk melintas,” ujarnya.

Bagi pengendara dari Makassar yang tidak bisa memperlihatkan surat kelengkapan, pihaknya tidak segan-segan meminta putar balik. Tidak izinkan melintas melanjutkan perjalanan.

“Kalau tidak dilengkapi dokumen tersebut maka kami persilakan putar balik untuk mengurus di tempat asalnya dia. Di posko ini kami juga melakukan pengukuran suhu badan. (Soal pemeriksaan antigen) kami serahkan bagian gugus tugas kalau memang ada pemeriksaan, tapi bukan di posko,” tegasnya.

Baca Juga :  Mengunjungi Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel: Tempatnya Bersih dan Nyaman, Makannya Enak

Diketahui, data terakhir dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang tidak memenuhi prosedur perjalanan dan diminta kembali atau putar balik sebanyak 1330-an dari 24 Kabupaten dan Kota.

  • Andi Khaerul