Pasar Murah Digelar hingga Tingkat Desa di Luwu

Konsultasi BPJS Kesehatan Kabupaten Luwu dengan Asisten II dan panitia pasar murah terkait rencana pelaksanaan pasar murah di Desa Sampeang.

BERITA.NEWS, Luwu – Panitia pelaksana pasar murah Kabupaten Luwu menggelar rapat bersama, Senin (3/5/2021) siang.

Dalam rapat ini terungkap masukan warga agar pelaksanaan pasar murah juga dilaksanakan di daerah atau kecamatan lain. Tidak hanya terpusat di IKM Barambing Kecamatan Suli.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ahyar Kasim, menjelaskan bahwa ada sejumlah masukan terkait jauhnya lokasi mereka jika harus ke IKM Barimbing. “Sehingga beberapa masukan, meminta pasar murah juga dilaksanakan di kecamatan lain,” ujarnya.

Dari hasil rapat itu, disepakati pasar murah tetap dilaksanakan di IKM Barimbing. Disamping itu juga akan dilaksanakan di beberapa kecamatan, bahkan pelaksanaannya sampai ke desa-desa dengan jumlah terbatas.

“Yang perlu ditekankan pelaksanaannya harus tetap patuhi protokol kesehatan sehingga harus dilaksanakan dalam jumlah terbatas di satu titik, jangan ada yang berkerumun,” ujarnya.

Terkait itu, kata Plt Kepala Dinas Kominfo ini, pemerintah di tingkat kecamatan dan desa harus terlibat dalam pelaksanaanya. Mengatur agar warga yang datang tidak berkerumun dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga :  Atas Instruksi Bupati, Dinsos Luwu Serahkan Bantuan Rp10 Juta ke Korban Kebakaran Cimpu

Informasi yang dihimpun, pasar murah di kecamatan atau desa di luar IKM Barimbing juga melibatkan perusahaan BUMN dan swasta. Diantaranya yang siap jalan adalah BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Luwu, Nuryanti, mengatakan mereka menyiapkan 500 paket untuk kegiatan pasar murah di luar IKM Barimbing.

“Kami siapkan 500 paket sembako, isinya minyak goreng, mentega, sprite gula, terigu, susu dan beberapa lainnya. Harganya tetap Rp100 ribu per paket,” kata Nuryanti.

“Hari ini kami akan laksanakan pasar murah di Desa Sampeng Bajo Barat. Tim kami yang turun dibagi empat, sehingga dilaksanakan di titik terpisah dalam satu desa untuk menghindari kerumunan warga,” lanjutnya.

Untuk diketahui, karena keterbatasan keuangan daerah sehingga pasar murah yang dilaksanakan Pemkab Luwu tahun ini tidak dianggarkan oleh OPD Dinas Perdagangan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Luwu Peduli Kemanusiaan, Salurkan Bantuan untuk Warga yang Membutuhkan

Pasar murah tetap terlaksana berkat inisiasi dan kepedulian Pemkab Luwu terhadap kondisi perekonomian masyarakat saat ini.

Pemkab Luwu menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak yang ada di Kabupaten Luwu, diantaranya BPJS Kesehatan, Bank Sulsel, Pertamina, pedagang lokal, Indomaret dan sejumlah pengusaha atau perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Luwu.

Sistem kerjasamanya, nilai satu paket barang misalkan Rp120 ribu disubsidi 20 ribu oleh perusahaan yang bermitra sehingga harga jual ke masyarakat lebih murah.

Pembayaran barang sebesar Rp100 ribu langsung oleh masyarakat (pembeli) diambil langsung oleh perusahaan mitra atau diserahkan oleh Pemkab Luwu atau panitia pelaksana.

  • Muh Asri