Todong Korban dengan Badik Lalu Rampas HP, Ditangkap Polisi, Eh Melawan, Ditembak Deh…

Ilustrasi kasus penodongan. (net)

BERITA.NEWS, Makassar – Anggota Jatanras Polrestabes Makassar berhasil menggulung komplotan pencurian dengan kekerasan (curas) pada Kamis (29/4/2021) malam, sekira pukul 21.00 WITA.

Dua orang terduga pelaku diamankan. Mereka adalah lelaki berinisial AS dan IS alias DY. Seorang di antaranya, AS, terpaksa ditembak karena melawan dan berusaha melarikan diri.

Dalam aksinya, pelaku menodong korban menggunakan senjata tajam, kemudian merampas handphone milik korbannya.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana, SIK membenarkan penangkapan kedua tersangka curas ini.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan dari seorang korban.

Kasus curas itu bermula saat pada hari Minggu, 31 Januari 2021, korban dan temannya sedang menunggu seseorang di Jalan Pendidikan, Kecamatan Rappocini. Rencananya korban ingin menukar bajunya dengan orang yang ditunggu tersebut.

Baca Juga :  Baru Bebas dari Lapas, Residivis Penikaman Kembali Berulah

Tiba-tiba, muncul dua orang berboncengan sepeda motor berhenti dan menodongkan senjata tajam jenis badik. Kedua pelaku langsung meminta paksa handphone korban dan temannya, kemudian melarikan diri.

Selanjutnya, korban melapor ke polisi. Tim Jatanras Polrestabes Makassar yang dipimpin oleh Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar Ipda Nasrullah, melakukan pengusutan.

Semula, polisi mengamankan seorang lelaki yang diduga penadah di Jalan Pelabuhan Paotere Makassar, pada hari Kamis (29/4/2021) sekira pukul 21.00 Wita.

Dari hasil interograsi, lelaki itu mengaku membeli handphone dari AS dan IS. Selanjutnya, polisi memburu AS dan IS.

Baca Juga :  Bupati Nganjuk Jadi Tersangka Kasus Lelang Jabatan

Tak lama kemudian, AS berhasil ditangkap di Jalan Sulawesi. Sementara IS diamankan di tempat persembunyiannya di Jalan Kumala.

Keduanya kemudian dibawa ke Posko Jatanras untuk dilakukan interogasi lebih lanjut.

Namun saat dilakukan pengembangan guna mencari barang bukti, AS melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. AS pun terpaksa ditembak di kedua kakinya.

Selanjutnya, AS dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar guna mendapatkan perawatan.

Dari hasil interogasi, IS dan AS mengaku telah melakukan aksi penodongan. Keduanya memiliki peran. Ada yang sebagai joki dan ada pula sebagai eksekutor yang menodong dan merampas handphone korban.

  • MAULANA KARIM