2 dari 4 Proyek Siluman Dinas PUTR Sudah Berjalan, Inspektorat: Kalau Mau Dibayar ke Pengadilan

Plt Inspektorat Sulsel Sulkaf S Latief (BERIT.NEWS/Andi Khaerul).

BERITA.NEWS, Makassar– Empat proyek ‘siluman’ yang tidak ada dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas PUTR mulai terkuak, buntut penangkapan Gubernur non aktif Nurdin Abdullah dan Sekretaris Dinas PUTR Edy Rahmat.

Temuan empat proyek tersebut telah menyalahi aturan dan terkesan dipaksakan sehingga pengerjaan harus dihentikan. Mana lagi tidak tercantum dalam DPA APBD tahun 2021. Namun, tiba-tiba sudah ada pemenang lelang, dua diantaranya bahkan sudah pengerjaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman telah tegaskan tidak ada akan melanjut Proyek ‘Siluman’ yang tidak ada dalam DPA APBD 2021 tersebut.

Terkait hal itu, Plt Kepala Inspektorat Sulkaf S Latief mengatakan ada 2 dari 4 Proyek Siluman yang jadi temuan, rupanya sebagian sudah berjalan. Sehingga, jika kontraktor minta pertanggungjawaban ia menyarankan ke pengadilan.

Baca Juga :  Plt Gubernur Temui Kontraktor Proyek Dana PEN Pemprov Sulsel, Tegaskan Target Ini

“Aturannya kalau memang betul, dia mau dibayar ya ke pengadilan. Karena diproses. Kalau ada putusan di pengadilan dibayar, ya dibayar,” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov Sulsel itu menyebut dua proyek yang berjalan yakni, Preservasi jalan ruas Burung-burung – Benteng gajah – Carangki – Bantimurung dan Pengerjaan jalan kawasan CPI.

“Kalau saya sih begitu. Mau minta ganti rugi ke siapa, jadi nantikan pengadilan menentukan dibayar oleh lembaga atau person,” tegasnya.

Adapun 4 Proyek Siluman yang tidak ada dalam DPA APBD tahun 2021 Dinas PUTR:

1. Preservasi jalan ruas Burung-burung – Benteng gajah – Carangki – Bantimurung 2,5 kilometer Rp Rp11,4 miliar. Paket ini dimenangkan oleh PT Yabes Sarana Mandiri.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Tiadakan Open House Idul Fitri

2. Pembangunan jalan ruas Solo Peneki Kulampu di kabupaten Wajo. Anggaran Rp22,9 miliar.

3. Pedestrian Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) dimenangkan CV Sumber Reski Abadi senilai Rp1,4 miliar.

4. Pengerjaan jalan kawasan CPI, Anggaran Rp 26,8 miliar oleh PT Tiga Bintang Groyasatana.

Andi Khaerul