Staf Khusus Gubernur Non Aktif NA Diberhentikan, Andi Sudirman Tegaskan Ini

BERITA.NEWS, Makassar– Staf Khusus Gubernur non aktif Nurdin Abdullah (NA) resmi diberhentikan, tidak lama usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka KPK kasus suap atau gratifikasi sejumlah proyek infrastruktur di lingkup Pemprov Sulsel.

Wakil Gubernur (Wagub) yang diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Andi Sudirman Sulaiman pun angkat bicara soal pemberhentian 9 orang staf khusus NA yang telah dibebas tugaskan di kantor Gubernur.

Andi Sudirman mengatakan landasan pemberhentian 9 orang Staf Khusus itu sejalan dengan penonaktifan Gubernur NA atas kasus yang saat ini menjerat dirinya bersama Sekretaris PUTR Edy Rahmat dan Kontraktor Agung Sucipto.

Baca Juga :  Plt Gubernur Temui Kontraktor Proyek Dana PEN Pemprov Sulsel, Tegaskan Target Ini

“Karena kebetulan Staf Khusus gubernur dan staf khusus wakil gubernur melekat pada orangnya maka bisa berpotensi jadi temuan, jadi kita nonaktif dulu sementara. Kita tunggu dulu hasil-hasilnya (putusan kasus NA),” ucapnya. Rabu (21/4/2021).

Selain Staf Khusus, Andi Sudirman juga akan mengevaluasi kinerja para Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Termasuk para pimpinan Organisasi Perangkap Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel.

”Semua kita evaluasi, termasuk tim ahli, TGUPP, dan OPD kita evaluasi, sebenarnya kita evaluasi normatif aja pada kinerja pada fokus semester awal serapan kita, konsen prioritas,” pungkasnya.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Tiadakan Open House Idul Fitri

Diketahui, selama periode Nurdin Abdullah, 9 orang staf khusus Gubernur diberikan gaji cukup tinggi. Tiap orang mendapat Rp 8 juta tiap bulannya dari APBD selama 2 tahun terkahir.

Andi Khaerul