Pemuda di Pinrang Ditusuk dengan Pecahan Botol, Ini Penyebabnya

BERITA.NEWS, Pinrang – Tim Crime-Fighters Unit Resmob Sat Reskrim Polres Pinrang menangkap seorang pemuda yang diduga terlibat penganiayaan, Sabtu (17/4/2021), sekira pukul 09.30 WITA.

Pemuda berinisial MS (25) ditangkap oleh tim Resmob yang dipimpin Kanit Resmob Aipda Aris, SH, setelah diduga menganiaya Nandar (19).

Selain mengamankan MS, polisi juga menyita pecahan botol yang digunakan menganiaya korban.

Informasi yang diperoleh BERITA.NEWS menyebutkan, motif penganiayaan itu diduga adanya ketersinggungan terduga pelaku.

Sebelumnya, pada Jumat (16/4/2021), sekira pukul 23.30 WITA, korban bersama rekannya bercerita di lantai 2 kamar kos miliknya di Kelurahan Benteng Sawitto, Kecamatan Paleteang, Pinrang. Sementara terduga pelaku dan rekannya berada di lantai dasar.

Saat korban bercerita, kemungkinan terduga mendengar kata-kata yang membuatnya tersinggung. Terduga kemudian menganiaya korban dan menusuknya menggunakan pecahan botol.

Baca Juga :  Bupati Nganjuk Jadi Tersangka Kasus Lelang Jabatan

Akibatnya, korban menderita luka tusuk pada bagian perut.

Saat melakukan penganiayaan, terduga bersama dua rekannya.

Korban kemudian mendapatkan perawatan guna mengobati luka di perutnya. Kasus ini selanjutnya dilaporkan ke Polres Pinrang.

Atas arahan Kasat Reskrim Polres Pinrang Iptu Deki Marizaldi SIK, MH, Tim Crime-Fighters Unit Resmob Sat Reskrim Polres Pinrang yang dipimpin Kanit Resmob Aipda Aris, SH, langsung mencari terduga.

“Dengan adanya laporan korban terkait terjadinya tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama tersebut, selanjutnya tim melakukan pencarian terhadap terduga pelaku,” ujar Kanit Resmob Polres Pinrang Aipda Aris, SH.

Menurutnya, tim menerima informasi terkait keberadaan terduga pelaku. Selanjutnya tim bergerak melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku sehari setelah kejadian, tepatnya Sabtu (17/4/2021), sekitar pukul 09.30 WITA.

Baca Juga :  Keroyok Wanita Gara-gara Cekcok di Medsos, Dua Selebgram Cantik di Makassar Ditangkap

Dari hasil interogasi, MS mengakui perbuatannya. Dia melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan pecahan botol bersama dua rekannya.

“Diduga motif penganiayaan itu karena adanya ketersinggungan terduga pelaku,” kata Aipda Aris.

Selanjutnya terduga pelaku bersama barang bukti pecahan botol diserahkan kepada penyidik guna proses penyidikan lebih lanjut.

  • Maulana Karim