Plt Gubernur Ikuti Prosesi Mattojang Benda Pusaka di HUT Bone ke-691

Plt Gubernur Andi Sudirman saat prosesi Mattojang Benda Pusaka di Bone (Dok)

BERITA.NEWS, Bone – Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman hadiri prosesi Mattopang Arajang yang digelar di halaman Rumah Jabatan Bupati Bone dan Museum Arajangnge, Jalan Petta Ponggawae No. 1 Watampone, Rabu (7/4/2021).

Acara yang dilaksanakan setiap tahun pada hari jadi Bumi Arung Pallaka ini sedikit berbeda dengan menerapkan protokol kesehatan, termasuk dengan jumlah tamu terbatas. Kegiatan ini juga diikuti undangan melalui aplikasi Zoom.

Mattompang Arajang adalah ritual adat membersihkan benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Bone. Ritual ini melibatkan bissu (pemimpin agama Bugis kuno), pemangku adat Bone, Anggota DPR RI, Kapolda Sulsel, bupati-wakil bupati daerah Sulsel, Muspida, pejabat Pemprov Sulsel dan Bone dan masyarakat Bone.

Baca Juga :  Pelarangan Mudik Serentak Tanggal 6-17 Mei, Wilayah Mamminasata Diperketat

Dalam prosesi Mattompang Arajang itu, Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi mengalungkan selempang emas yang merupakan salah satu pusaka yang disucikan kepada Andi Sudirman Sulaiman.

“Momen Mattompang Arajang untuk merefleksikan kejayaan Bone di masa lampau. Bahkan beberapa bagian dunia mengenal dan memiliki kesan dengan kerajaan Bone,” kata Andi Fashar.

Sementara itu, Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menyebutkan, beberapa program pembangunan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi serta Pemkab Bone. Demikian juga terkait rencana program ke depan.

Pembangunan dimaksud, seperti bantuan keuangan Rp 200 miliar serta program vaksinasi serta kebijakan yang diambil pemerintah jelang Ramadan seperti mengizinkan untuk salat Tarawih dengan syarat protokol kesehatan serta rencana sekolah tatap muka secara terbatas.

Baca Juga :  Pangdam Hasanuddin dan Pemprov Sulsel Siap Terapkan Larangan Jelang Idul Fitri

“Pembangunan yang kami lalukan berbasis kebutuhan. Dan yang paling penting dan dirasakan dengan baik,” tegasnya.

“Kami sekarang adalah pelayan rakyat. Kami mencoba bersama-sama memperbaiki. Saya ingin memperbaiki, bahwa tidak perlu mengenang saya, tetapi pekerjaan kita kerjakan secara bersama,” tambahnya.

  • Andi Khaerul