Stok Vaksin di Sulsel Habis, Plt Gubernur Minta Jatah ke Kemenkes

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (BERITA.NEWS)

BERITA.NEWS, Makassar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) disebut kehabisan stok Vaksin Sinovac Covid-19 yang berdampak pada program vaksinasi massal.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pihaknya sudah mengajukan penambahan vaksin Covid-19 ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hanya saja belum ada balasan.

Andi Sudirman menjelaskan tidak ada penyetopan vaksinasi di rumah sakit ataupun instansi pemerintah. Kuota yang ada difokuskan untuk menyelesaikan penyuntikan vaksin kedua kepada masyarakat.

“Bukan disetop, justru kita ini tahap terakhir untuk tahap kedua, malahan kita sudah menghabiskan stok, dan stok yang ada tinggal yang masalah vaksinasi kedua. Tapi kita sudah bersurat ke Kementerian Kesehatan untuk penambahan stok, justru kita menyelesaikan target daripada perkiraan yang sebelumnya,” ucapnya.

Baca Juga :  Plt Ketua PKK Sulsel Resmikan Pojok Bermain Anak dan Ruang Laktasi

Andi Sudirman menambahkan pihaknya sudah bersurat ke pemerintah pusat untuk mendapatkan jatah vaksin tambahan.

“Kita masih bersurat, kita tunggu dari pusat, untuk vaksin, kita tidak produksi vaksin ya jadi kita hanya menjalankan vaksinasi. Pada intinya tetap masih ada untuk pelaksanaan tahap keduanya, vaksin kan dua kali setiap orang, tahap pertama sudah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendali Penyakit Dinkes Sulsel dr Nurul AR mengakui terjadi kekosongan stok Vaksin Sinovac.

Baca Juga :  Mensos Risma dan Plt Gubernur Sambangi Korban Bom Gereja Katedral Makassar

“Stok vaksin di gudang vaksin kita Provinsi sudah tidak ada,” singkatnya.

Adapun data realisasi vaksin per 3 April 2021 kemarin, Dinkes Sulsel mencatat sudah 1.506.638 orang yang sudah divaksin dari target 6.493.275 orang. Khusus tenaga kesehatan sudah 58.858 orang.

  • Andi Khaerul