Kapolrestabes Makassar : Personil Polrestabes, Brimob dan TNI Jaga Ketat Kota Makassar

Komisarsi Besar Polisi, Witnu Urip Laksana saat Press Release di Polrestabes Makassar.

BERITA.NEWS, Makassar – Pasca insiden di halaman Mabes Polri, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana terjunkan 1600 personil untuk pengamanan Kota Makassar dalam rangka Kamis Putih dan di hari paskah, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kombes Pol Witnu Urip Laksana mengungkapkan bahwa untuk seluruh jajaran Polrestabes Makassar memperketat seluruh Polsek dan Gereja yang ada di Kota Makassar.

“Untuk seluruh jajaran Polrestabes Makassar hanya memperketat di wilayahnya masing-masing, Sedangkan untuk kegiatan Kamis Putih, Jumat Agung dan hari Paskah seluruh personil berpakaian dinas dan pakaian preman jajaran Polrestabes Makassar berjaga di setiap gereja,” Ujar mantan Dir Intel Polda Sulawesi Selatan ini.

Witnu juga mengemukakan bahwa selain dari personil jajaran Polrestabes Makasssar yang berjaga di setiap Gereja yang ada di wilayahnya, di back up dengan personil Brimob Polda Sulsel dan personil dari TNI.

“Seluruh personil jajaran Polrestabes Makassar di back up dengan Brimob Polda Sulsel dan anggota TNI demi memberikan rasa aman bagi saudara-saudara kita yang ingin melaksanakan ibadahnya,” jelasnya.

Kendati Demikian, Witnu juga bilang bahwa semua ini tidak lain demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang melaksanakan ibadah dan masyarakat Kota Makassar saat melaksanakan aktivitasnya.

“Semua ini sesuai arahan Kapolda Sulsel untuk meningkatkan pengamanan dengan sekala besar, karena kewajiban utama polisi menjamin keamanan seluruh masyarakat kota Makassar,” lugasnya.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana juga menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini akan totalitas selama 24 jam memberikan jaminan keamanan bagi kaum nasrani yang sedang melaksanakan ibadah.

“Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, sebagai penegakan hukum, perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat sudah diatur dalam undang-undang nomor 2 tahun 2002,” pungkasnya.