BPK Akan Investigasi ‘Mark Up’ Anggaran Bansos di Dinsos Sulsel Rp 1,1 Miliar

Kepala BPK Perwakilan Sulsel Wahyu Priyono (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar– Penyimpangan Mark Up harga pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) di Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov mulai terkuak, Badan Pengelola Keuangan (BPK) beberkan temuan.

Kepala BPK Perwakilan Sulsel Wahyu Priyono menyebutkan pihaknya mendapat temuan terjadi penyimpangan atau Mark Up Harga yang dilakukan Dinsos Sulsel pada pengadaan Bansos Covid-19.

“Salah satunya Bansos jadi disana ada indikasi penyimpanan sekitar Rp 1,1 miliar yang sudah kami laporkan ke BPK pusat untuk dilakukan investigasi,” ucapnya saat ditemui di Kantor BPK Perwakilan Sulsel Jalan AP Pettarani Makassar. Rabu (31/3/2021).

Baca Juga :  DPD KNPI Makassar Buka Pendaftaran Pengurus Baru, Ini Ketentuannya

Wahyu Priyono mengatakan penindakan atas temuan tersebut, akan menunggu hasil laporan dari BPK RI pusat untuk melakukan investigasi dana Bansos tersebut.

“Jadi kami sedang menunggu BPK pusat khusus untuk menangani investigasi temuan di Dinsos Pemprov Sulsel. Yang jelas ada penyaluran pengadaan paket sembako dalam rangka bantuan sosial itu ada selisih harga tidak wajar,” terangnya.

Lebih lanjut, Wahyu Priyono mengatakan pihaknya sudah menyampaikan laporan tertulis kepada BKP pusat. Menuggu waktu untuk dilakukan investigasi mendalam.

Baca Juga :  DPD KNPI Makassar Buka Pendaftaran Pengurus Baru, Ini Ketentuannya

“Itu kurang lebih 1,1 M. Sudah kami laporkan Secara tertulis tinggal nunggu dari pemeriksaan investigasi dari BPK pusat. BPK perwakilan Sulsel tidak bisa melakukan investigasi sendiri tanpa ada auditor utama investigasi. Semacam Dirjen yang menangani,” pungkasnya.

Andi Khaerul