Ban Kapten Ronaldo Dilelang Rp51 Juta untuk Bantu Biaya Perawatan Bayi

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo beraksi saat saat laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Azerbaijan di Stadion Allianz, Turin, Italia, (24/3/2021). Portugal susah payah mengalahkan Azerbaijan dan hanya bisa menang karena gol bunuh diri pemain Azerbaijan Maksim Medvedev yang membuat Portugal menang 1-0. ANTARA FOTO/REUTERS / Massimo Pinca/aww.

BERITA.NEWS, Jakarta – Ban kapten yang dilemparkan Cristiano Ronaldo ke tanah setelah tendangannya dianggap tidak sah dalam kualifikasi Piala Dunia melawan Serbia, akhir pekan lalu, dilelang dalam upaya untuk membantu seorang bayi yang mengidap penyakit langka.

Dengan skor 2-2, Ronaldo mengira dia telah mencetak gol krusial di injury time ketika bola tampak melewati garis gawang sebelum Stefan Mitrovic menyapu bola.

Ronaldo yang marah mendapat kartu kuning karena protesnya bersamaan dengan peluit tanda berakhirnya pertandingan, melemparkan ban kaptennya ke tanah.

Salah satu petugas di stadion mengambil ban kapten tersebut, dan segera menghubungi saluran olahraga regional dengan ide melelang untuk amal.

Pria yang tidak mau disebutkan namanya itu kepada AFP, Selasa (30/3/2021), mengatakan bahwa dia menyarankan penggalangan dana yang diperlukan untuk merawat bayi berusia enam bulan, Gavrilo Djurdjevic, yang menderita penyakit langka.

Baca Juga :  Liga Italia: Mulai Mei, Italia Izinkan 1.000 Penonton Masuk Stadion

“Dia (Ronaldo) melemparkan ban kapten tiga meter dari saya, dan saya langsung terpikir bahwa (penjualan) ini bisa menjadi peluang bagus,” kata pria itu.

“Saya menyadari kami mengundang perhatian dan bisa melakukan sesuatu yang baik untuk Gavrilo,” dia menambahkan.

Setelah saluran olahraga Sportklub memverifikasi keaslian item dengan memeriksa foto dan video pasca pertandingan, mereka bekerja sama dengan organisasi amal dan memasang ban kapten Ronaldo untuk dilelang di situs Limundo.com.

“Saya berharap kami bisa menghubungi Ronaldo sendiri… jadi kami bisa membantu Gavrilo semampu kami,” kata Branislav Jocic, manajer media sosial Sportklub.

Bayi tersebut menderita atrofi otot tulang belakang, yang ditemukan pada satu dari 10.000 kelahiran, dan mengakibatkan kematian atau kebutuhan ventilasi permanen pada usia dua tahun dalam 90 persen kasusnya.

Baca Juga :  Hajar Athletic Bilbao 4-0, Barcelona Juara Copa del Rey

Bayi tersebut diharapkan mendapat pengobatan Zolgensma, juga dikenal sebagai “obat termahal di dunia,” yang akan menelan biaya lebih dari dua juta euro atau sekitar Rp34,2 miliar.

Kampanye penggalangan dana untuk membantu anak-anak yang menderita atrofi otot tulang belakang baru-baru ini menghebohkan negara Balkan yang miskin, menaikkan jumlah yang dibutuhkan untuk lima bayi pada tahun lalu.

Hanya beberapa jam setelah dilelang, ban kapten Ronaldo tersebut telah mencapai harga 3.000 euro (sekitar Rp51 juta).

  • ANTARA