Motor Pelaku Bom Makassar Gunakan Nama Orang Lain, Bapenda Sulsel Ingatkan Hal Ini

Kabid TSI Bapenda Sulsel Adhita Sandhya Dharma (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar memberikan pelajaran baru atau pengingat kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

Fakta terkuak, sepeda motor yang dipakai berboncengan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Jalan Kajaolalido Minggu (28/3) kemarin dengan DD 5984 MD. Rupanya atas nama orang lain.

Motor matik tersebut beratasnamakan Hasniawati beralamat di Pampang, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Kendaraan roda dua itu rupanya pernah ditarik debt collector pada tahun 2015 silam, sehingga kendaraan itu bukan lagi milik Hasniawati.

Baca Juga :  Alasan Syamsuddin Batolla Perlambat Tempo Permainan PSM Makassar

Kabid Teknologi Sistem Informasi (TSI) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel Adhita Sandhya Dharma mengingatkan masyarakat agar wajib pajak di Sulsel segera melaporkan kendaraan yang tidak lagi ia miliki ke Samsat.

Menurutnya, hal itu sangat penting untuk mencegah adanya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejadian bom Makassar yang menggunakan sepeda motor atas nama orang lain.

“Caranya sangat mudah, cukup datang ke samsat asal kendaraan dengan membawa KTP elektronik asli dan mengisi formulir yang telah ada lalu membubuhi tandatangan di atas materai. Selanjutnya petugas akan memblokir kendaraan tersebut dan memberi tanda kendaraan tersebut telah berpindah tangan,” ucapnya, Selasa (30/3/2021).

Baca Juga :  Alasan Syamsuddin Batolla Perlambat Tempo Permainan PSM Makassar

Dijelaskan, proses blokir jual kendaraan tidak membutuhkan waktu yang lama hanya sekitar lima menit namun pemilik tidak bisa diwakili saat melapor agar bisa bertemu dan menjawab pertanyaan petugas.

  • Andi Khaerul