Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral, Kapolri : Jenis Bom Panci

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat tiba di depan Gereja Katedral, di Jalan Kajalalido, Kota Makassar.

Makassar – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya terus menyelidiki peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Ledakan tersebut suicide bom, pelaku menggunakan jenis bom panci dalam melakukan aksinya,” ujar Sigit saat berada di lokasi bersama Panglima TNI, Marsekal hadi Tjhajanto.

Selain mengetahui jenis bom, ia juga mengatakan bahwa kini pihaknya telah berhasil mengidentifikasi salah satu diduga pelaku. Menurutnya salah satu pelaku diketahui identitasnya berdasarkan sidik jarinya.

Baca Juga :  Terkendala SDM, 1,069 Desa di Sulsel Belum Terima Anggaran di Triwulan 1

“Kejadian tersebut dilakukan oleh 2 tersangka. Tersangka pertama L (sidik jari identik), sedangkan tersangka kedua masih sementara diidentifikasi,” katanya.

Listyo mengemukakan bahwa L merupakan teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). L juga diketahui memiliki keterkaitan dengan peristiwa bom di Gereja Katedral Jolo, Filipina pada 2018 silam.

“L merupakan kelompok JAD yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa pengeboman gereja Katedral Jolo Filipina Selatan pada Januari tahun 2018,” ucapnya.