Lima Tahun Jadi Tersangka, KPK Akhirnya Tahan RJ Lino

BERITA.NEWS, Jakarta – RJ Lino akhirnya ditahan KPK. Mantan Dirut Pelindo II itu nampak mengenakan rompi tahanan oranye saat ditampilkan KPK dalam konferensi pers penahanan.

RJ Lino merupakan tersangka dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II. Ia diumumkan sebagai tersangka pada 18 Desember 2015. Artinya butuh waktu 5 tahun lebih bagi KPK untuk menahan RJ Lino. Lamanya penyidikan perkara ini karena sempat terhambat penghitungan kerugian negara.

“Penyidik melakukan penahanan selama 20 hari,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (26/3).

Baca Juga :  Polrestabes Makassar Musnahkan 4 Kg Narkoba Berbagai Jenis, 9 Orang Ditetapkan Tersangka

Sebelum ditahan, RJ Lino beberapa kali dipanggil KPK, baik sebagai saksi maupun tersangka. Sebelum pemanggilannya pada Jumat (26/3) ini, RJ Lino terakhir kali diperiksa penyidik pada 23 Januari 2020. Ketika itu, ia diperiksa sekitar 12 jam.

Adapun dalam kasusnya, RJ Lino diduga menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi Dirut Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan/atau korporasi dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek pengadaan QCC.

Proyek pengadaan itu bernilai sekitar Rp 100 miliar untuk pengadaan QCC di tiga lokasi, yakni Palembang, Pontianak, dan Lampung.

Baca Juga :  Tak Terima Ibunya dimarahi, Pria di Pinrang Nekat Tebas Leher Ayahnya

Atas perbuatannya, RJ Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.