Pergub 11 Tahun 2021, Harga Resmi LPG 3 Kg di Sulsel Rp18.500

Kepala Dinas ESDM Andi Irawan Bintang (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Pemprov Sulsel dalam hal ini Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sosialisasi peraturan gubernur (Pergub) nomor 11 tahun 2021. tentang Pedoman Penetapan Harga Eceran Tertinggi LPG 3 kg kepada aparat pemerintah.

Hadir beberapa kepala daerah, pemerintah kabupaten dan kota Se-Sulsel dalam sosialisasi Pergub baru tersebut di ruang pola kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Kamis (25/3/2021).

Berdasarkan Pergub 11 Tahun 2021 terjadi kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HEP) LPG 3 kg di Pangkalan resmi Pertamina naik menjadi Rp 18,500 dari Rp 15,500 sesuai rujukan Pergub lama nomor 6 tahun 2015. Terjadi selisih Rp 3.000.

Kepala ESDM Sulsel Andi Irawan Bintang mengatakan kenaikan harga LPG 3 kg itu sudah mendapat restu pusat. Hanya saja untuk pemberlakuan HET masih menunggu pimpinan dalam hal ini Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Baca Juga :  Andi Sudirman Terima Kunjungan Keluarga Korban Penembakan KKB Papua Asal Toraja

“Jadi ini SK berlakunya sebenarnya tanggal 1 February, tapi kita belum langsung lakukan, persetujuan itu bulan Desember 2020, kita tahan tahan dulu, kita terima itu tahun 2021. Tunggu persetujuan pimpinan, karena iji sudah dua bulan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Andi Irawan mengatakan kuota LPG 3 kg alami penambahan. Semuanya ditentukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Direktur Migas.

“Jadi koutanya itu tahun lalu 261.598 metrik ton menjadi 275.880 metrik ton atau sekitar 14.282 ton inikan yang tentukan pusat, jadi kita hanya mengusul yang tentukan itu pusat di migas,” ujarnya.

Baca Juga :  Lantik 11 Pejabat Eselon II, Ini Pesan dan Harapan Bupati Sinjai

Sementara itu, Kepala Bidang Dinas ESDM Jamaluddin mengatakan persoalan harga memang terjadi perbedaan ditiap daerah. Khususnya di wilayah perbatasan. Mengigat, ada biaya operasional.

“Kalau harga sudah relatif sama tidak mungkin akan terjadi penyimpanan keluar itu, karna kan harga kalau dia kasih keluar pasti ada beban tambahan lagi kan, biayanya, kalau harganya sama pasti tidak mungkin di jual di dalam kan,” pungkasnya.

Andi Khaerul