Dipanggil KPK Terkait Kasus NA, Ini Penegasan Plt Gubernur Andi Sudirman

Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman angkat bicara soal pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dirinya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap atau gratifikasi yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah (NA).

Usai memenuhi panggilan di Kantor KPK, Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Andi Sudirman mengaku dirinya dicecar beberapa pertanyaan oleh penyidik KPK. Khususnya, mengenai proyek strategis milik Pemprov Sulsel di periode masa jabatannya bersama Nurdin Abdullah.

“Tadi kita dipanggil sebagai saksi, pertanyaannya terkait proyek-proyek strategis di Sulsel serta internal prosedur pemerintahan,” ucapnya, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga :  Satreskrim Polres Pinrang Amankan 4 Tersangka Curanmor, Belasan Motor Jadi Barang Bukti

Dari informasi yang dihimpun BERITA.NEWS, Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman keluar dari gedung KPK sekira pukul 16:00 WIB. Hanya saja ia enggan berbicara detail pertanyaan tim penyidik KPK.

“Informasi lebih detail, silakan ditanyakan ke internal KPK. Karena itu ranah KPK,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, juru bicara (Jubir) KPK dalam keterangan persnya mengatakan pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan Andi Sudirman Sulaiman dan tiga orang status wirausaha sebagai saksi kasus NA.

“Hari ini dijadwalkan pemeriksaan saksi NA TPK suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021, Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan,” tulisnya.

Baca Juga :  KPK Telusuri Aliran Uang Nurdin Abdullah

Diketahui, 3 orang pengusaha yang turut dipanggil oleh KPK sebagai saksi yaitu Andi Gunawan, Petrus Salim dan Thiawudy Wikarso. Ketiganya dari pihak wiraswasta.

  • Andi Khaerul