Tolak Peleburan Orlok, Anggota ORARI di Makassar Ancam Muslub

Anggota ORARI di Makassar (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar– Sejumlah anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) di Makassar mengingatkan pengurus pusat agar terus berpedoman pada aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organsiasi.

Mereka menolak rencana pusat yang ingin melakukan peleburan organisasi lokal (Orlok) ORARI di Makassar yang terbagi empat, yakni Selatan, Barat, Timur dan Utara yang sudah lama terbentuk.

Salah seorang anggota ORARI di Makassar Syarifuddin YB8 HJK mengatakan ia bersama beberapa anggota lainnya sepakat akan menolak keras rencana pusat jika melakukan peleburan tanpa mengikuti aturan organsiasi.

Syarifuddin mengatakan mustinya lebih dulu ada SK Ketua ORARI Daerah (Sulsel), melebur empat Orlak di Makassar menjadi satu. Sesuai pasal 8 dan 9 ART.

Menurutnya, jika mengacu pada anggaran dasar rumah tangga ORARI, maka pemilihan harus dibuka, karena ada hak-hak anggota ORARI musti dijalankan.

“Kita menunggu mereka, ketika mereka melakukan tidak sesuai dengan anggaran dasar rumah tangga maka kita persiapkan langkah terakhir yang diakomodir dalam ART ORARI yakni musyawarah lokal luar biasa,” tegasnya saat ditemui di Sekretariat ORARI Makassar Timur Jalan Kima Raya, Sabtu (20/2/2021).

Lebih lanjut dikatakan bahwa pihaknya juga menolak keras rencana pusat yang ingin melakukan pemilihan ketua memakai sistem perwakilan anggota ORARI.

“Pasal 4 ART ORARI jelas semua anggota berhak untuk dipilih dan memilih. Kalau mereka melakukan secara perwakilan dengan alasan pandemi, emang seberapa penting ini muslub dilakukan? Kan begitu. Banyak cara kita melakukan secara langsung, bisa dengan cara virtual atau mungkin seperti pilwalkot kemarin,” jelasnya.

Menurutnya, pasal 20 ayat 6 juga menerangkan bahwa jika muslok tidak qourum maka musyawarah lokal luar biasa dapat dilaksanakan jika disetujui 50+1 anggota. Karena itu pihaknya tengah mengumpulkan tanda tangan anggota ORARI Lokal Makassar sebanyak minimal 50+1.

“Apakah mereka (ORARI Daerah) punya data, keanggotaan ORARI lokal Makassar ada data tidak? Supaya mengetahui ini qourum atau tidak kita harus punya data dong. Sekarang tunjukan kami berapa jumlah data anggota di Makassar,” pungkasnya.

  • Andi Khaerul