Pinjaman Online ‘Indo Cash’ Resahkan Warga

BERITA.NEWS, Gowa – Pinjaman online akhir-akhir ini marak muncul di beberapa situs di Media Sosial (Medsos) baik itu Facebook, WhatsApp, ataupun Instagram.

Pinjaman online yang menawarkan uang secara tunai dengan maksud membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, tidak semua masyarakat diuntungkan dengan situs pinjaman online tersebut.

Sebut saja Indo Cash, aplikasi online ini diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum seperti yang tertera dalam pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.

Salah satu korbannya adalah warga Jalan Mallengkeri, Kota Makassar, wanita muda berinisial SH (27), foto dan namanya telah disebar oleh karyawan Indo Cash melalui Media Sosial WhatsApp dengan dalih belum melunasi pembayaran yang sudah jatuh tempo.

Kepada wartawan SH menjelaskan, dirinya tidak menerima foto dan namanya disebar oleh pinjaman online Indo Cash tersebut ke media sosial WhatsApp yang dikirim ke beberapa kontak rekan dan keluarganya.

Alasannya, kata dia telah melakukan pembayaran dan melunasi namun tetap saja foto dan namanya disebar dengan menyebut ‘Maling, penipu atau mafia pinjaman online.

Baca Juga :  Silaturahmi Antar Pengurus, SMSI Sulsel Gelar Buka Puasa Bersama

“Saya lakukan pembayaran pas jatuh temponya yang jatuh pada 17 Maret kemarin. Tiba-tiba foto dan namaku tersebar dibeberapa kontak teman dan keluargaku dengan menyebut saya maling, penipu dan mafia pinjaman online. Tentu ini saya tidak terima,” cerita SH kepada wartawan, Jumat (19/3).

Ia juga menceritakan, sempat mendapat telp dari orang yang diduga dari karyawan pinjaman online tersebut. “Sempat ja di telp saya tidak tau kalau dari Indo Cash, hanya bilang ‘Halo’ kemudian ditutup,” ucap korban.

SH mengungkapkan Perusahaan pinjaman online seharusnya tidak melakukan hal demikian. Semestinya komunikasi terlebih dahulu kepada dirinya.

“Ya, seharusnya sampaikan dulu kan ada ji data dan kontak saya tertera. Tidak langsung menyebar foto dan nama, apa lagi disebut maling, penipu, dan Mafia pinjaman online
,” ucapnya.

“Informasi penyebaran fotoku saya dapat dari teman, mereka yang dikirimi lalu kirim ke saya lagi. Dan ini akan saya laporkan ke pihak yang berwajib,” tambah SH.

Baca Juga :  Teras Rumah Warga Sinjai Tiba-tiba Runtuh, Empat Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Perusahaan Pinjaman online Indo Cash diduga tidak terdaftar dan tidak memiliki izin pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kendati demikian, Pihak perusahaan online Indo Cash yang berusaha dihubungi melalui kontak yang diberikan korbannya tidak dapat dihubungi.

Sementara layanan pengaduan OJK melalui pesan WhatsAppnya membenarkan bahwa Indo Cash tersebut merupakan perusahaan pinjaman online yang ilegal.

“Perusahaan Fintech Indo Cash yang Bapak/Ibu tanyakan belum terdaftar di OJK (status: kemungkinan ilegal), namun juga belum termasuk dalam daftar Perusahaan Fintech ilegal. Mohon Bapak/Ibu lebih berhati-hati dan kami sarankan untuk selalu menggunakan Perusahaan Fintech yang terdaftar/berizin di OJK,” ungkapnya.