Gubernur Zainal Minta Bastian Lubis Kawal Pengelolaan Keuangan Pemprov Kaltara

Penandatanganan Nota Kesepahaman Gubernur Kaltara dan Rektor UPA. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Universitas Patria Artha (UPA) dipercaya mengawal pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) selama periode Gubernur Zainal A Paliwang.

Kerjasama tersebut dituangkan dalam bentuk Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemprov Kaltara dihadiri langsung Gubernur Zainal A Paliwang dan Rektor UPA Bastian Lubis, Jumat (19/3/2021).

Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang mengatakan dirinya sengaja meminta Bastian Lubis dan timnya Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) ambil bagian mengawal pemerintah yang ia pimpin selama 1 periode kedepan.

“Saya minta Rektor dan tim bantu saya di Kalimantan Utara. Sehingga perlu memang ada kerjasama dari yang ahli ke yang belum ahli. Apalagi pengelolaan keuangan, ini memerlukan bimbingan. Saya menilai masih banyak hal perlu dibenahi,” ucapnya.

Baca Juga :  Alasan Syamsuddin Batolla Perlambat Tempo Permainan PSM Makassar

Zainal yang juga merupakan putra asli Sulsel dan mantan Wakapolda Kaltara itu mengatakan, pihaknya membutuhkan pendampingan pengelolaan keuangan. Mengantisipasi terjadinya hal-hal yang dianggap bisa merugikan Negara.

“Saya minta bantuan ke Pak Rektor supaya 5 tahun masa jabatan saya anak buah saya tidak melakukan hal-hal fatal dan tidak merugikan keuangan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UPA Bastian Lubis mengatakan kerjasama serupa sudah yang ke-48 kalimya dilakukan dengan Pemda, Pemprov se-Indonesia. Membantu hadirkan pemerintah yang transparan dalam hal pengelolaan keuangan negara.

“Jadi konkret kerjasama ini membimbing dari pada aparat SDM-nya, dengan SOP-nya kita buat, bahkan kita masuk minta referensi Gubernur untuk buat perda, sehingga on the track tidak ada lagi orang yang kita liat sekarang mereka sudah tahu masalah tapi tabrak terus,” tuturnya.

Baca Juga :  Alasan Syamsuddin Batolla Perlambat Tempo Permainan PSM Makassar

“Jadi kita buat desain namanya neurosains terapan, cuman kadang-kadang disini banyak tidak mau karena masih ada like n dislike, keluarganya diangkat (pejabat).
Saya berharap di jamannya nanti pak Zainal di kaltara saya target ipmnya naik tinggi. Karena memang masih banyak potensi luar biasa disana,” pungkasnya.

  • Andi Khaerul