Diduga Dilecehkan Pejabat, Honorer Barru Lapor Ke Bupati

Ilustrasi dilecehkan. (IST)

BERITA.NEWS, Barru – Tiga honorer staf disalah salah satu OPD Kabupaten Barru, Sulawesi-selatan (Sulsel) terpaksa melaporkan atasannya ke Sekda dan Bupati. Honorer tersebut melaporkan atasannya karena diduga kerap memegang bagian bokong stafnya, seperti dikutif Ujungjari Jumat (12/03/2021),

Aksi pelecehan yang diduga dilakukan oknum pejabat ini sudah menjadi bahan pembicaraan di kantor instansi tempat bekerja ketiga korban. Apalagi saat ini beredar rekaman pengakuan dari oknum pejabat itu bahwa sempat memegang bokong stafnya.

Bahkan satu dari pengakuan korban yang namanya disamarkan, Melati, saat ditemui di Alun-alun Kota Barru, Rabu(10/3) sore mengaku sudah tiga kali diperlakukan tidak senonoh. Modusnya pimpinan kami sering memanggil masuk ruangannya untuk dibantu menghapus beberapa aplikasi di android milik pejabat tersebut.

Saat itulah oknum ini melakukan aksinya dengan gaya terkesan bersikap gemes, dan secara repleks mendaratkan ciumannya ke pipi saya. Perlakuan pejabat ini bukan hanya satu kali.

Sejak menjadi tenaga honorer di instansi itu, pimpinan ini sudah tiga kali melakukan aksinya kepada Melati. “Malah saya pernah dikuncikan dalam ruangannya. Beruntung saat itu, saya pura-pura menelpon teman dengan harapan agar bisa cepat keluar dari ruangan tersebut,” beber Melati.

Baca Juga :  6.546 Rumah Warga Kabupaten Kupang Rusak Diterjang Seroja

Ternyata setelah cerita perilaku pejabat ini kuceritakan ke teman lain yang juga tenaga honorer, Mawar(sudah bersuami) ini juga mengaku pernah mau dipegang tangannya. Tetapi ketika itu Mawar menunjukkan perlawanan.

“Saya ancam pejabat ini kalau coba sentuh, maka saya ribut. Akhirnya aksi pejabat tersebut ciut,” ujar Mawar.

Bukan hanya Melati dan Mawar diperlakukan tidak senonoh. Satu rekan lainnya yang juga tenaga honorer, pernah mendapat pelecehan dari pejabat eselon dua ini.

Melati dan Mawar saat ditemui menceritakan kasus yang menimpa dirinya, merasa trauma. Malah Melati sudah hampir sepekan tidak masuk kantor karena trauma dan tidak mau lagi lihat muka pejabat tersebut.

Makanya Staf Honorer ini bertiga melaporkan masalah dirinya dengan atasannya ke Sekda. “Kita bertiga datang ke rumah Pak Sekda dan menjelaskan perkara yang kami alami. Setelah itu kembali dipertemukan dengan Pak Bupati bersama oknum pejabat itu,” tutur Melati dan Mawar.

Baca Juga :  Pengurus KNPI Sinjai Dilantik, Bupati Berharap Bisa Jadi Partner dan Mitra Pemda

Dihadapan Bupati, ketiga staf honorer itu menceritakan kronologis dari rangkaian perilaku oknum pejabat tersebut.

Kepada Bupati Barru Suardi Saleh, ketiga staf honorer ini meminta agar oknum pejabat ini diberikan sanksi berupa mutasi atau non job karena tidak pantas seorang pimpinan berbuat tidak senonoh.

Sayang jawaban Pak Bupati ketika pertemuan itu. Ia menyatakan pihaknya tidak serta merta bisa melakukan mutasi dalam masa jabatan barunya sebagai kepala daerah karena belum cukup enam bulan menjabat sebagai Bupati.

“Jika Pemkab tidak menyelesaikan masalah ini, kami bertiga akan berembuk untuk membawa masalah ini ke ranah hukum, supaya oknum pejabat tersebut merasakan efek jera,” pungkas kedua staf honorer ini.