Vaksin Habis, Kadis Kesehatan Pinrang : Ada Pedagang Pasar Yang Marah-marah

Salah seorang yang divaksin di Kabupaten Pinrang.

BERITA.NEWS PINRANG — Vaksinasi tahap ke ll yang ditujukan untuk pelayanan publik serta pedang di Pasar telah dilaksanakan selama sepekan ini.

Berdasarkan informasi yang berhasial dihimpun Berita.News Vaksin terakhir hanya 100 bulk menyasar sejumlah pedagang pasar sentral Pinrang, vaksinasi ini pun digelar di Terminal Lama Pasar Sentral, Sabtu, (06/03/2021).

Salah seorang pedagang pasar penerima vaksin, Ratna mengaku bersyukur telah melakukan vaksinasi. Setidaknya ia telah membantu menyukseskan program vaksinasi, sebagai upaya percepatan pencegahan penularan Covid-19.

“Tinggal menunggu vaksin kedua. Semoga virus ini cepat berlalu, dan saya harap para pedagang ikut vaksin untuk memutus rantai penyebaran Covid” katanya usai di Vaksin

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg Dyah Puspita Dewi mengatakan vaksinasi tahap kedua ini dikhususkan pelayan publik, baik ASN, Pegawai BUMN/BUMD, TNI, Polri, pekerja media dan pedagang pasar

“Hari ini ada 100 pedagang pasar yang kita vaksin, Itupun masih banyak yang tidak terlayani, bahkan ada pedagang yang marah-marah karena tidak kebagian vaksin” ucap Dewi sapaan akrabnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah vaksin yang diterima tahap kedua hanya sebanyak 320 vial untuk 3200 sasaran, dan terdapat tambahan sebanyak 50 vial untuk 500 sasaran.

Sedangkan untuk jumlah pelayan publik yang sudah diberikan Vaksin sebanyak 3717 dari 370 vial, itupun masih banyak yang terlayanani karena yang didaftar sekitar 16.100 orang.

“Jumlah keseluruhan pelayanan publik yang sudah di vaksin sebanyak 3717 penerima” bebernya.

Dewi mengungkapkam bahwa, warga sudah mulai antusias untuk di Vaksin namun waktunya belum, karena masih ada tahap-tahapan selanjutnya dan pendataan yang dilakukan wilayah masing-masing

“Masyarakat sudah mulai antusias, sebab banyak masyarakat umum tadi mau ikut vaksin namun belum kita berikan, karena belum waktunya” jelas Dewi (June)