Lanjutan Gratifikasi NA, KPK Temukan Rp1,4 M dan Ribuan Dolar di 4 Lokasi Berbeda

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah usai ditetapkan tersangka oleh KPK. (Dok)

BERITA.NEWS, Makassar – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) terus lakukan pengembangan kasus suat atau gratifikasi proyek pengadaan barang dan jasa yang menjerat Gubernur Nurdin Abdullah sebagai tersangka.

Dua hari melakukan penyelidikan atau penggeledahan di Sulsel sejak tanggal 1-2 maret lalu. KPK akhirnya merilis temuan di empat titik tempat. Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur, Rumah Dinas Sekdis PU Edy Rahmat, Kantor Dinas PU dan rumah pribadi Nurdin Abdullah.

Juru bicara KPK Ali Fikri dalam siaran persnya mengatakan pihaknya melakukan penggeledahan di empat tempat tersebut buntut dari keterlibatan Gubernur Nurdin Abdullah, Sekdis PU Edy Rahmat (ER) dan Kontraktor Agung Sucipto (AS) dalam suap suap infrastruktur lingkup Pemprov.

Baca Juga :  Gempa M 5,5 Guncang Aceh, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Ali Fikri mengatakan setelah melakukan penggeledahan dua hari itu, ditemukan sejumlah uang tunai miliaran mata uang rupiah, puluhan Dolla Amerika dan Dollar Singapura.

“Setelah dilakukan perhitungan, dari penggeledahan dimaksud ditemukan uang rupiah sekitar Rp1,4 Miliar, mata uang asing sebesar  USD10.000 dan SGD190.000,” ucapnya. Kamis (4/3/2021).

Jika mata uang dolla Amerika sebanyak USD 10,000 itu di rupiahkan nominalnya bisa sampai Rp. 142.728.000,00. Sedangkan mata uang Singapura sebanyak SGD 190.000 dirupiahkan tembus sampai Rp 2.034.337.600,00.

“Berikutnya terhadap uang tsb tersebut akan diverifikasi dan dianalisa mengenai keterkaitannya dengan perkara ini sehingga segera dapat dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini,” tutupnya.

Baca Juga :  Abaikan Jam Operasional, Toko di Tulungagung Terancam Dicabut Ijinnya

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Sekretaris Dinas PU TR Edy Rahmat dan kontaktor Agung Sucipto dijemput Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK tanggal 26 Februari lalu. Ketiganya kemudian ditetapkan tersangka 27 Februari.

Hingga berita ini disiarkan, Gubernur non aktif Nurdin Abdullah dan dua orang lainnya telah ditahan oleh KPK di Jakarta.

 

Andi Khaerul