Dosen Pria Pukul Dosen Perempuan Ilmu Komunikasi, UMI Ratakan Sanksi Copot Jabatan

Insiden Pemukulan Kaprodi Ilmu Komunikasi oleh Oknum Dosen Laki-laki Fakultas Sastra.

BERITA.NEWS, Makassar – Pihak Universitas Muslim Indonesia (UMI) telah putuskan hasil sidang komisi etik atas dugaan kasus pemukulan Dosen Laki-laki terhadap Dosen perempuan Ilmu Komunikasi yang viral di media sosial. Rabu (3/3/2021).

Video viral dua dosen terlibat cekcok berujung pemukulan terhadap Dosen perempuan telah diberikan Sanksi tegas pihak Universitas. Muhajir selaku Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Hadawiah Ketua Prodi Ilmu Komunikasi keduanya telah dicopot dari jabatan tersebut.

Selain itu, Hadawiah dan Muhajir juga akan dikirim ke Pesantren Padang Lampe UMI untuk mengikuti pembinaan. Sanksi tersebut berdasarkan hasil Komisi Etik yang kemudian diputuskan oleh Komisi Disiplin Universitas.

Padahal diketahui, dalam video yang viral beberapa waktu lalu, Hadawiah terlihat ditendang dan dipukul menggunakan botol oleh Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Muhajir. Sedangkan pihak UMI menyebut kejadian itu merupakan perkelahian.

Plt Ketua Komisi Etik UMI, Prof La Ode Husen mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, Hadawiah dan Muhajirin dinilai terbukti melakukan pelanggaran kode etik. Hasil pemeriksaan itu lalu ditindaklanjuti oleh Komisi Disiplin Universitas.

“Kalau komisi etik itu tidak memberikan sanksi. Kita kan memang punya aturan internal UMI. Tentang peraturan disiplin, etik. Kita pandang keduanya melakukan pelanggaran etik,” ucapnya.

Prof La Ode mengakui, Komisi Etik merekomendasikan agar Hadawiah dan Muhajir diberikan sanksi karena dinilai melakukan pelanggaran.

“Kita rekomendasikan supaya dikenakan Sanksi sesuai aturan yang berlaku. Dalam proses pembinaan kan tetap masih dalam pembinaan kedua belah pihak. Kalau masih dalam proses pembinaan jelas tidak mungkin ada pemecatan,” bebernya.

Sementara itu, Humas UMI Nurjanah ikut membernarkan kedua ketua prodi di Fakultas Sastra itu telah dibebas tugaskan dari jabatan. Keduanya akan dikirim ke Pesantren Padang Lampe tempat dilakukan pembinaan.

“Berdasarkan hasil rapat komisi disiplin tanggal 1 Maret, keduanya dilepaskan amanah sebagai Ketua Prodi dan diberikan sanksi akademik berupa skorsing 6 bulan, terhitung mulai 1 Maret – 31 Agustus 2021. Selama menjalani skorsing, yang bersangkutan wajib mengikuti pembinaan dipesantren darul Mukhlisin UMI Padanglampe,” ungkapnya. (Andi Khaerul)