Kapolri Luncurkan Aplikasi Pengaduan Masyarakat Presisi

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021). ()

BERITA.NEWS, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) untuk mewujudkan transparansi dan handling complain bagi masyarakat luas.

Peluncuran aplikasi Dumas Presisi tersebut dilakukan saat kegiatan Rakerwas Itwasum Polri Tahun Anggaran 2021 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021).

“Maksimalkan aplikasi Dumas Presisi dan sosialisasikan kepada masyarakat karena aplikasi ini merupakan wujud handling complain dan transparansi Polri dalam membentuk sistem pengawasan oleh masyarakat dengan cepat, mudah, dan terukur,” kata Sigit.

Sigit juga meminta kepada jajaran Itwasum Polri untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana berbagi informasi dan merumuskan cara bertindak dalam menangani berbagai permasalahan tugas di lapangan.

Baca Juga :  10.706.184 Orang Telah Disuntik vaksin Covid-19

“Serap setiap informasi yang disampaikan oleh para narasumber sebagai upaya memperkaya wawasan serta menyempurnakan strategi, teknis dan cara bertindak di lapangan,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Selain itu, Sigit juga menginstruksikan untuk merajut kerja sama dan sinergitas lintas fungsi dan sektoral bersama institusi pemerintah, Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan pengawas eksternal independen.

Kemudian jajaran diminta mengelola dan menemukan solusi terbaik dalam menangani pengaduan masyarakat serta menerima masukan dari pengamat dan pengawas eksternal Polri.

Baca Juga :  Sembilan Provinsi Diminta Siaga Hadapi Dampak Siklon Surigae

“Lakukan evaluasi tugas-tugas di bidang pengawasan dan pemeriksaan, baik yang dilaksanakan secara rutin maupun khusus,” tutur eks Kapolda Banten tersebut.

Kemudian, Sigit menekankan Rakerwas ini juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan pemikiran yang Out of The Box dalam rangka mengantisipasi kemungkinan penyimpangan yang dilakukan anggota dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

  • TRI