Gubernur Puji Periode Firdaus Dwilmar Jabat Kajati Sulsel, Bantu Amankan Aset Rp 10 T

Gubernur Nurdin di malam pisah sambut di Kajati Sulsel.

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) memuji periode masa jabatan Firdaus Dwilmar sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), yang ikut membantu Pemprov menyelamatkan aset hingga Rp 10 triliunan.

Hal itu dikatakan, Gubernur Nurdin usai malam pisah sambut Kajati Sulsel Firdaus Dwilmar yang akan ditarik ke Inspektur III Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI. Ia digantikan Raden Febrytrianto.

Gubernur Nurdin mengatakan ada banyak legacy (warisan) yang telah ditinggalkan oleh Firdaus. Salah satunya, mengubah tatanan penegakan hukum di Sulsel. Terkhusus dalam rangka penyelamatan aset Pemprov Sulsel Rp 10 triliun.

Baca Juga :  Diangkat Plt Gubernur, Andi Sudirman Bakal Evaluasi Sistem Pengadaan Barang dan Jasa

“Saya kira 1 tahun 8 bulan. Hampir Rp 10 triliun aset Pemprov bisa kembali. Ini karena kolaborasi dan sinergi yang diciptakan. Betapa gigih Kejaksaan Tinggi, termasuk KPK, Polda dan Kodam serta DPRD dan BPKP,” ucapnya.

Selain itu, Nurdin mengatakan pengganti Firdaus Dwilmar bukan orang baru di Sulsel. Raden Febrytrianto pernah mengenyam pendidikan di Sulsel saat orangtuanya bertugas di Kajati Sulselbar.

“Saya kira bukan orang baru, saya yakin Bapak Febry akan melanjutkan (tugas Firdaus) bahkan akan terus memberikan kolaborasi bersama kita semua. Untuk itu saya menyampaikan selamat bergabung di Provinsi Sulsel,” ujarnya.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Nurdin Abdullah, ER dan AS Sebagai Tersangka

Sementara, Febry berharap bisa melanjutkan tugas Fidaus dan dapat bekerjasama juga bersinergi dengan baik dengan Forkopimda Sulsel.

“Seperti diterimanya Pak Firdaus, semoga kepemimpinan saya di Kejati Sulsel bisa mewarnai Forkopimda. Bersama-sama membangun Sulsel lebih baik ke depan,” harapnya.

  • Andi Khaerul