Pelaku Pemukulan Kaprodi Ilmu Komunikasi UMI Terancam Sanksi Non Aktif

Insiden Pemukulan terhadap Kaprodi Ilmu Komunikasi Hadawiah. (Dok).

BERITA.NEWS, Makassar– Terduga Pelaku aksi pemukulan Ketua Profesionalisme (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Inggris Inisial M terhadap Ketua Prodi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi Hadawiah terancam sanksi Non Aktif.

Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Muhammad Basri mengaku. Sanksi Non Aktif terduga pelaku bisa saja terjadi kalau memang terdapat aksi kekerasan yang tidak bisa ditolerir.

“Kalau memang dianggap satu kekerasan bisa jadi (Non Aktif). Tapi sampai hari ini belum ada bisa kita katakan karena nanti sudah ditangani kode etik tingkat Universitas. Mencari pasal-pasalnya,” ucapnya kepada BERITA.NEWS. Senin (22/2/2021).

Baca Juga :  Tim KPK Mulai Penggeledahan di Kantor Dinas PU Pemprov Sulsel

Prof Basri mengatakan, pihaknya sudah memanggil dan meminta penjelasan kedua pihak yang sama-sama sebagai Ketua Prodi di Ilmu Komunikasi dan Pendidikan Bahasa Inggris.

“Kami sudah panggil yang berdua, mau damaikan karena tingkatan di fakultas itu harus ada upaya sebelum dikirim ke tingkat universitas,” ujarnya.

Meksi begitu ia belum bisa memastikan apakah insiden tersebut terjadi tindak kekerasan atau pemukulan. Ia serahkan sepenuhnya hasil penilaian dan analisis kasus tersebut kepada Bagia Kode Etik Universitas.

Baca Juga :  Tiga Kantor Hukum Siap Kawal Nurdin Abdullah di KPK

“(Soal Ada sanksi etik) Iya, jadi kalau misalkan di tingkat fakultas ada yang merasa di rugikan itu kita teruskan ke tingkat Universitas karena disana ada bagian kode etik,” pungkasnya.

Andi Khaerul