Terkait Sistem BLUD di 19 SMK se-Sulsel, Begini Komentar Sekprov

Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani di Kantor Disdik Sulsel. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel Abdul Hayat Gani menghadiri penilaian Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang akan diterapkan di 19 SMK Se-Sulsel.

Abd Hayat mengatakan ada 6 tim penilai BLUD yang diketuai oleh dirinya, dan Kepala BKAD selaku Sekretaris, serta anggota yakni Kepala Bappelitbangda, Kepala Inspektorat, Kadis Pendidikan, dan TGUPP Bidang Pendidikan.

Pilot project atau uji coba sistem PKK BLUD di 19 SMK Se-Sulsel tersebut untuk memberikan keleluasaan kepada Sekolah Kejuruan untuk memanfaatkan potensi pendapatan dari produk dan keahlian para pelajar tiap jurusan.

Baca Juga :  Pemkot Ingin Ambil Alih Masjid 99 Kubah, Plt Gubernur Andi Sudirman Tegaskan Ini

“Insyaallah dalam waktu dekat untuk melengkapi persiapan untuk memulai action di lapangan. Saya kira apa yang dikatakan Pak Gubernur tidak hanya laporan atau proposal yang diterima, tetapi faktanya harus dicek. Ini sudah dilakukan masing-masing seperti di Selayar dan Bantaeng,” ucapnya di kantor Disdik Sulsel, Rabu (17/2/2021).

Diketahui, awalnya, usulan ada 20 SMK yang akan diuji coba sistem PKK BLUD. Namun, satu SMK masih butuh proses, sehingga hanya ada 19 SMK yang diambil. Ke depannya, akan dilakukan pembenahan-pembenahan dan kesiapan.

Baca Juga :  Dianggarkan Rp 24 Miliar di 2021, Proyek Masjid 99 Kubah Ditawar 7 Perusahaan

“Kalau sesuatu yang dikerjakan tidak dengan baik, tentu hasilnya juga tidak maksimal. Nantinya kita akan koneksi dengan Perusda, BPD, dan yang lainnya seperti asosiasi pengusaha. Produk yang dihasilkan harus bisa masuk di kantor-kantor, hotel-hotel, dan kita akan maksimalkan semua itu,” ungkapnya.

  • ANDI KHAERUL