Polisi Bongkar Prostitusi Online di Makassar, 7 Pelaku Ditangkap

Ilustrasi. (Int).

BERITA.NEWS, Makassar–Jajaran Kepolisian Kota Besar (Polrestabes) Makassar kembali membongkar kasus prostitusi online. Kali ini, tujuh muncikari yang menawarkan jasa layanan seks anak di bawah umur melalui media sosial di Kota Makassar akhirnya ditangkap polisi.

Ketujuh orang itu dibekuk setelah warga dan keluarga dari salah seorang gadis berusia 15 tahun yang hendak dijual pelaku kepada pria hidung belang menggagalkan aksinya di sebuah hotel.

“Tersangka ada 7 orang, ada 4 laki-laki dan 3 perempuan serta seorang korban,” ujar Katim Penikam Polrestabes Makassar, Iptu Arif muda, kepada wartawan Rabu 4 Februari 2021

Iptu Arif menerangkan, saat berada di TKP, keluarga korban mengamuk dan berusaha menghajar para pelaku. Beruntung, aksi itu dapat digagalkan tim Penikam Polrestabes Makassar dan Polsek Mariso yang mendatangi lokasi.

Baca Juga :  Kapolres Pelabuhan Makassar Sebut Dua Kecamatan ini "Pasar Gemuk" Narkoba di Wilayahnya

“Selanjutnya, ketujuh pelaku beserta korban langsung dievakuasi ke Mapolsek Mariso untuk diperiksa,” bebernya

Dijelaskan lebih lanjut, kasus tersebut berawal saat korban yang rencananya akan ditawarkan kepada pria hidung belang melalui jejaring media sosial. Untuk sekali kencan, korban akan diberi upah sebesar jutaan rupiah.

“Yang mana korban tersebut diiming-imingi untuk dibayar atau dijanjikan uang sebanyak jutaan rupiah,” katanya

Kemudian, lanjut Arif, perkenalan antara korban dan para muncikari itu lantaran dirinya berteman dengan salah satu pelaku. Kemudian pelaku melakukan aksinya dengan meminta rekannya yang wanita membujuk dan menipu korban untuk mau diajak ke hotel.

Baca Juga :  Tersandung Kasus Narkoba, Belasan Remaja Diamankan Polres Gowa

“Keterangan awal dari korban bahwa mereka korban prostitusi online. Jadi pelaku adalah teman dan wanita-wanita yang melakukan pendekatan kepada korban,” jelas Arif.

Selain membekuk tujuh muncikari itu, polisi turut menyita kendaraan serta ponsel yang berisi percakapan dan penawaran pelaku kepada pria belang di media sosial. (*)